Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 28 Desember 2014

Misteri Kilatan Cahaya Oranye di Rusia

Heboh: Misteri Cahaya Oranye Terang Diatas Russia Membuat Ribuan Warga dan Para Ilmuwan Terpaku!

cahaya terang dilangit russia Nov 2014
Kilatan sinar berwarna oranye yang luar biasa terangnya telah menerangi langit di wilayah Sverdlovsk di daerah Ural, Rusia. Sementara penduduk setempat menangkap ‘ledakan’ besar di berbagai kamera, begitu pula para ilmuwan dan layanan darurat masih berjuang untuk menjelaskan peristiwa yang tidak biasa itu.
Langit malam yang gelap di kota Rezh di wilayah Sverdlovsk Rusia dekat Ekaterinburg berubah oranye terang untuk beberapa sepuluh detik pada tanggal 14 November 2014 lalu dan tertangkap dengan beberapa kamera oleh penduduk setempat.
Seorang pengemudi mengabadikan melalui video fenomena kilatan besar itu dengan kamera dasboard (dashcam) miliknya, kemudian memposting videonya di YouTube, dan seketika banyak orang berkomentar karena mereka telah melihat juga kilatan yang sama.
kilatan cahaya oranye dilangit rusia
Kilatan sinar dari ‘dashcam’ terlihat berwarna oranye yang luar biasa terangnya telah menerangi langit di wilayah Sverdlovsk di daerah Ural, Rusia. (RT).
Seorang remaja di kota Rezh juga memfilmkan fenomena itu dengan ponselnya. Tak lama kemudian beberapa video juga ikut diunggah oleh warga Rusia lainnya yang berhasil merekamnya.
Menurut situs E1.ru, para pejabat pelayanan darurat menduga bahwa pihak militer berada dibalik kilatan cahaya dilangit itu, karena mereka mungkin memiliki prosedur dalam peledakan dan pemusnahan persenjataan yang telah dijadwalkan. Pemerintah kota juga mengatakan pembuangan amunisi seperti itu mungkin saja terjadi, sementara militer sendiri membantah bahwa mereka berada di belakang misteri ini.
“Tidak ada latihan dan pelatihan yang berlangsung pada hari itu, dan tidak ada unit militer yang berbasis di wilayah ini, jadi kami tidak ada hubungannya dengan hal itu,” kata layanan pers militer kepada E1.ru.
Sebuah bola api yang disebabkan oleh tabrakan asteroid dengan atmosfer bumi adalah salah satu kemungkinan lain yang diduga dan membuat langit diatas daerah Ural itu terlihat seperti terbakar.
“Sepertinya ada bolide (meteorid) yang jatuh, yang menyerang kita. Karena awan rendah telah menutupinya saat ada di atas awan dan akibatnya, efeknya menerangi seluruh langit,” ucap anggota Meteorit Komite dari Russian Academy of Sciences atau Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Viktor Grokhovsky mengatakan kepada 66.ru.
Sedangkan astronom lainnya, Vadim Krushinsky, meragukan teori rekannya, dan mengatakan bahwa warna kilatan warna orangye yang sangat terang itu tidak mendukung spekulasi asteroid.
Menurutnya, “Warna cahaya tergantung pada suhu badan asteroid, dan kilatan cahaya yang disebabkan oleh bolides biasanya berwarna putih”, ia menjelaskan kepada Ekburg.tv.
kilatan cahaya oranye dilangit sverdlovsk rusia.JPG
Kilatan sinar berwarna oranye yang luar biasa terangnya telah menerangi langit di wilayah Sverdlovsk di daerah Ural, Rusia.
Lain halnya dengan insinyur observatorium yang memiliki teorinya sendiri, ia mengatakan bahwa adanya peluncuran roket ruang angkasa pada malam itu kemungkinan sebagai penyebabnya.
Sebuah jalur peluncuran dari Plesetsk Cosmodrome terletak di atas daerah itu, kata Krushinsky. Namun, menurut situs Badan Ruang Angkasa Federasi Rusia (Russian Federal Space Agency’s), peluncuran terbaru dari kosmodrom Plesetsk terjadi pada tanggal 29 Oktober lalu, dan berikutnya direncanakan pada 24 November 2014.
Orang-orang di daerah Urals pernah menyaksikan mirip ‘invasi’ dari luar angkasa itu satu setengah tahun yang lalu, ketika meteorit Chelyabinsk yang terkenal menghantam wilayah tersebut.
Sebuah ledakan dari bola api besar yang meluncur di wilayah Chelyabinks Russia pada Februari 2013 lalu, menyebabkan lebih dari seribu orang luka-luka dan sebagian besar korban luka oleh pecahan kaca dan juga merusak banyak bangunan perumahan dan industri. (RT/E1.ru/Ekburg.tv/66.ru)
Meteor russia - -meteor-yang-melintasi-kota-chelyabinks
Sebuah ledakan dari bola api besar yang meluncur di wilayah Chelyabinks Russia pada Februari 2013.

Sumber : https://indocropcircles.wordpress.com/2014/11/19/heboh-wow-misteri-kilatan-cahaya-oranye-besar-dilangit-russia-membuat-warga-dan-saintis-terpaku/

Misteri Lempengan Tjipetir


Tjipetir Mystery Solved! Heboh Misteri Temuan Lempengan “Tjipetir” di Pantai Seantero Eropa

misteri lempengan tjipetir header

Tjipetir Mystery Solved!
Heboh Misteri Ditemukannya Lempengan Bertuliskan “Tjipetir” di Pantai Seantero Eropa

Tjipetir was the name of a plantation in West Java, west of Bandung. As of 2014, marine debris consisting of blocks of what appears to be gutta-percha with the word “TJIPETIR” on them has been found on beaches throughout Europe. They are believed to be coming from one or more sunken ships. The wreck of the RMS Titanic and the wreck of Miyazaki Maru have both been put forward as potential sources of the blocks.
lempeng tjipetir 001
Suatu hari di musim panas 2012, Tracey Williams sedang menemani anjingnya jalan-jalan di pantai dekat rumahnya di  Newquay, Cornwall, Inggris. Perempuan itu melihat benda persegi hitam, mirip talenan, di antara gundukan pasir.
Ia mendekati benda itu, menyentuhnya, rasanya kenyal seperti karet. Entah apa gerangan temuannya itu. Hanya ada satu petunjuk: tulisan ‘Tjipetir’ — dengan huruf kapital — yang terukir besar di tengahnya.
tjipetir maskSeminggu kemudian ia menemukan benda yang sama di bagian pantai lainnya terbawa gulungan ombak ke tepian.
Terdorong rasa penasaran, Williams memulai penyelidikannya. Hasil riset amatirannya, menjelaskan  bahwa potongan tersebut kemungkinan berasal dari tenggelamnya sejumlah kapal akibat Perang Dunia-I atau tragedi kapal Titanic yang melegenda.
Ia juga menemukan sejumlah berita, bahwa potongan itu tersebar di hampir seluruh pantai seantero Eropa. Terbawa ombak, entah dari mana asalnya, membuat bingung siapapun yang menemukannya.
Media online Inggris seperti Daily Mail,  NY Times memuat beritanya, lalu menyebar ke BBC, HuffingtonPost dan banyak website lainnya serta beberapa penerbitan asal Prancis, Lefigaro, memuat tulisan panjang tentang hal serupa dan pernah mengangkatnya pada April 2014.
lempeng tjipetir 003
Misteri lempeng Tjipetir diselidiki oleh salah-satu penemunya
Sedangkan penemu lainnya, Williams tak mau larut dalam misteri dan spekulasi. Ia mencari tahu asal-usul dari benda persegi itu. Melacaknya dari kata ‘Tjipetir’. Dan ia menemukan, kata Tjipetir bersesuaian dengan nama sebuah kebun karet di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, yang beroperasi sejak akhir Abad ke-19 dan awal Abad ke-20. Ketika Nusantara masih bernama Hindia Belanda.
lempeng tjipetir 004Williams kemudian mem-posting temuannya itu di Facebook. Hasilnya, ia mendapat banyak komentar yang isinya kurang lebih temuan benda yang sama di pinggiran pantai seperti di Wales, Shetland, Kep. Channel, Spanyol, Prancis, Belanda, Jerman, Norwegia, Swedia, hingga Denmark.
Dalam beberapa tahun terakhir, potongan berbahan seperti karet dengan tulisan “TJIPETIR” asal Indonesia yang berumur hampir satu abad itu ditemukan di sejumlah pantai di utara Eropa dan Inggris.
Mengutip pemberitaan media Prancis, Williams menyatakan potongan tersebut kemungkinan berasal dari puing-puing Titanic yang tenggelam pada 14 April 1912.
“Saya memeriksa data manifestnya dan ditemukan adanya benda yang berasal dari gutta-percha,” jelasnya. Namun di musim panas 2013, Williams menemukan bukti lain.
Dua orang yang enggan disebut namanya menelponnya dan mengatakan potongan “TJIPETIR” tersebut berasal dari sebuah kapal kargo asal Jepang bernama Miyazaki Maru yang tenggelam dalam Perang Dunia-I. Kapal tersebut tenggelam sekitar 241,5 Km sebelah barat pulau kecil bernama Scilly.
miyazaki maru
“Saya diberitahu bahwa Miyazaki Maru terancam tenggelam sehingga membuang sejumlah muatannya. Salah satunya peti-peti berisi potongan ‘TJIPETIR’,” katanya.
Namun ia tak percaya begitu saja. Ia menghubungi badan yang mengurusi dan menerima puing-puing kapal di kotanya. Salah satu pengurusnya, Alison Kentuck, membenarkan bahwa potongan “TJIPETIR” berasal dari Miyazaki Maru.
lempeng tjipetir 005Dari data yang diperoleh Williams, Miyazaki Maru tenggelam karena di bom kapal selam Jerman U-88 yang dinahkodai Walther Schwieger.
Sebelum Williams, sejumlah orang sudah menemukan potongan karet itu pada 2008. Bahkan, seorang netizen memberitahukan bahwa ia menemukan benda itu sekitar 30 tahun silam dan digunakan sebagai alas untuk membersihkan ikan.
Teorinya menyebutkan sebuah benda dengan berat dan jenis seperti potongan “TJIPETIR” membutuhkan waktu 25 tahun untuk mengelilingi dunia mengikuti arus laut. Artinya potongan “TJIPETIR” sudah mengelilingi dunia sebanyak tiga kali. Arus laut juga yang menyebabakan “TJIPETIR” ditemukan di sejumlah negara Eropa.
Williams pun menemui seorang pakar Oseanografi, Curtis Ebbesmeyer, yang mendalami dan melacak peristiwa kapal-kapal tenggelam. Menurut Ebbesmeyer, potongan “TJIPETIR” kemungkinan besar sudah mengapung dan akhirnya sampai ke pantai selama sekitar 100 tahun.
lempeng tjipetir 006
Lempengan dari bahan Getah Perca
Dan ternyata, benda persegi itu sejatinya bukan karet, namun mirip gutta-percha atau getah perca . Tanaman tersebut mempunyai nama lain seperti Getah Merah, Isonandra Gutta, Red Makasar, Gutta Seak, atau Gutta Soh.
Gutta-percha  yaitu lateks koagulasi dari cairan getah murni yang dapat mengeras dan berasal dari pohon jenis Sapotaceae yang dapat dipadatkan, umumnya terdapat di Semenanjung Malaysia.
lempeng tjipetir 007
Penyebaran lempeng Tjipetir di pantai Eropa.
Pada Abad ke-19 hingga pertengahan Abad ke-20 digunakan sebagai insulasi kabel telegraf yang melintang di dasar laut.
Pada masa tersebut, hasil olahan getah gutta-percha digunakan untuk melindungi kabel telegraf yang ditanam di dasar laut.
Sebelum ditemukannya plastik, getah gutta-percha digunakan juga untuk membuat bola golf, pigura, kotak perhiasan, mainan, dan lainnya.
Sekitar tahun 1901, karena peningkatan kebutuhan akan gutta-percha Pemerintah Kolonial Belanda memutuskan untuk membangun Perkebunan Negara Gutta Percha Cipetir dengan menanam tanaman produksi Gutta Percha.
lempeng karet tjipetir
Pabrik yang memproduksi lempeng Tjipetir pada abad 19 di Sukabumi.
Meski sudah diketahui bagaimana potongan berbahan gutta-percha asal desa Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat tersebut bisa terdampar di Eropa, namun Williams yakin Miyazaki Maru bukan satu-satunya yang membawanya. Sampai kini ia masih menyelidikinya.
Sebelum ada plastik sebagai material yang lebih modern, gutta-percha digunakan sebagai bahan pembuat bola golf, hidung boneka teddy bear, pigura, juga aksesoris. Williams lantas menyebarkan temuannya itu di laman Facebooknya.
Orang-orang pun makin ramai merespons dan berbagi ‘Tjipetir’ temuannya. Ternyata benda persegi itu ditemukan tak hanya di Inggris dan Wales, tapi sampai di Shetland, Channel Islands, Spanyol, Prancis, Belanda, Jerman, Norwegia, Swedia, dan Denmark. Sejumlah orang juga melaporkan temuan karung dan gulungan karet. (Sumber: liputan6, Andres Fatubun, beritasatu/AF/BBC).
Referensi:
pabrik tjipetir 001
Pabrik getah dari gutta-percha atau getah perca di Tjipetir yang pada masa dulu masuk wilayah Bogor, sekarang masuk kabupaten Sukabumi , tepatnya di desa Cikadang Sukabumi, Jawa Barat. (pict: tropenmuseum.nl)
pabrik tjipetir 001
aa
lempeng tjipetir 008lempeng tjipetir 009lempeng tjipetir 010lempeng tjipetir 011lempeng tjipetir 012lempeng tjipetir 013lempeng tjipetir 014lempeng tjipetir 015Tjipetir plantation
pabrik tjipetir 001
Pabrik getah dari gutta-percha atau getah perca di Tjipetir yang pada masa dulu masuk wilayah Bogor, sekarang masuk kabupaten Sukabumi , tepatnya di desa Cikadang Sukabumi, Jawa Barat. (pict: tropenmuseum.nl)
pabrik tjipetir 002
Pabrik karet Cipetir (Tjipetir) di desa Cikadang, Sukabumi, Jawa Barat pada masa kini (2014) (pict:liputan6.com)

Sumber : https://indocropcircles.wordpress.com/2014/12/05/tjipetir-mystery-solved-heboh-misteri-temuan-lempengan-tjipetir-di-pantai-seantero-eropa/

Kamis, 09 Oktober 2014

OPPORTVNVS ADEST – Koin Alien ?

Adalah sebuah koin yang dibuat di Prancis pada tahun 1680. Koin ini masih jadi topic pembicaraan pada saat ini.

The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Coin_001.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

                                                       OPPORTVNVS ADEST


Gambar di atas adalah gambar dari koin tersebut. Ada tulisan OPPORTVNVS ADEST mengelilingi pinggiran koin tersebut. Kurang lebih arti dari tulisan tersebut adalah “ It is here at an opportune time” atau bahasa indonesianya “ di sinilah waktu yang tepat”. Koin ini memiliki 2 sisi. Depan dan Belakang. Gambar yang diatas adalah sisi yang depan.
Sisi sebaliknya akan ditampilkan pada gambar di bawah:

The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Coin_002.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

                                                    HÆC PER TE AVCTA COLAM

Tulisan yang ada di sisi sebaliknya itu adalah HÆC PER TE AVCTA COLAM artinya “Let this growth be pleasing for your heart”  atau bahasa Indonesianya adalah “biarkan perkembangan ini menyenangkan hatimu”.

Misteri yang akan dibahas di sini bukanlah tulisannya tapi ada pada gambar seperti UFO yang dipahat di permukaan koin

The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Coin_001.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Gambar Seperti UFO yang terlihat melayang  di koin tersebut.

Seperti sudah dijelaskan di atas kalau koin ini dibuat di Perancis pada tahun 1680, ada yang berpendapat bahwa gambar tersebut bukanlah UFO melainkan representasi dari Ezekiel’s Wheel. Ezekiel’s Wheel ini sendiri adalah sebuah tulisan dalam Alkitab yang berisi tentang “roda di dalam roda” yang dilihat oleh Ezekiel bersamaan dengan penglihatan sosok Tuhan dan 4 mahkluk lainnya. (Maaf kalau ada kesalahan dalam pendeskripsiannya)

http://www.untiedmusic.com/ezekiel/2whlanim.gif
Kira kira beginilah gambarannya
OK, tadi semua itu adalah penjelasan menurut pandangan ufologist dan dari Alkitab. Kalau dari Skeptis bilang itu adalah perisai. Walaupun agak aneh karena jelas-jelas di koin OPPORTVNVS ADEST itu menggambarkan sesuatu yang melayang di  langit, kita bisa melihat dengan jelas bahwa ada awan dan pohon di sana. Pendapat kalau itu perisai sedikit aneh, bukan aneh, soalnya dari bentuk memang mirip dengan perisai.

The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Targe_4.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Jumlah koin yang ini lebih dari satu dan juga banyak yang bergambar benda yang mirip seperti UFO ini.

The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Coin_004.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.


The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Coin_003.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.
                                                                                   
Apapun yang tergambar di koin tersebut pada abad 16 -17 telah menarik perhatian masyarakat pada saat itu. Kita asumsikan saja kalau itu adalah sesuatu yang dianggap istimewa oleh masyarakat Perancis pada waktu itu.

Pendapat yang mengatakan bahwa itu adalah gambar perisai juga bisa masuk akal di koin yang satu ini:

The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Coin_005a.png” cannot be displayed, because it contains errors.

Gamabar ini seperti perisai yang sedang menahan panah. Tapi bisa juga itu adalah UFO yang diserang dari bawah. Soalnya kebetulan ada juga sebuah lukisan pada tahun 1600an yang mirip dengan gambar tersebut.

“Battesimo di Cristo” 1710
Aert De Gelder
(1645-1727)

Perdebatan tentang apa yang dipahat di koin ini masih berlangsung sampai sekarang.

Kalau menurut saya gambar yang ipahat merupakan representasi Ezekiel’s Wheel karena mayoritas Perancis dulu masyarakatnya memeluk agama Kristen dan Katolik.
Nah, balik lagi ke para Readers , menurut anda gambar apakah yang dipahat pada saat itu?

Sumber : http://haritsufo.blogspot.com/2011/03/koin-opportvnvs-adest-alien-coin.html


UPDATE!!!

Menurut beberapa sumber yang telah saya baca ternyata benda yang mirip seperti UFO itu adalah sebuah perisai yang telah diyakini oleh masyarakat Roma pada saat itu menyelamatkan mereka. Kesimpulan itu saya dapatkan setelah saya membaca legenda tentang perisai yang diberikan oleh Jupiter dari langit kepada Raja Roma pada saat itu yang bernama Numa.

Informasinya bisa dilihat di bawah ini: (dalam bahasa Inggris)


    Many coins of this type contained mythological and allegorical scenes, and its mythology has found a literary reference that can explain the nature of the object round which is in the clouds and the earth. It may in fact represent 'Ancil, the sacred shield sent by Jupiter to the King of Rome, Numa Pompilius.The legend is told in different versions, one of Ovid ( "Fasti, Book III ) Numa Pompilio said that it would decide to question Jupiter to be disclosed the secret to defend against its attacks. Jupiter asks in exchange for a human sacrifice, but that Numa is a peaceful man refuses and fails, with puns, to deceive God. Numa fears the wrath of Jupiter, but instead of angry god laughs for the wit and the king promises him the day after the revelation of the secret. The day after Numa Pompilius convene the representatives of the districts of Rome, and at noon, as promised, here is that of lightning pierce the sky that falls from an oval shield right at his feet. The same Jupiter, throwing the shield from the sky, does not know that Rome would have nothing to fear from his enemies as long as the shield was well guarded. The king is to thank god to sacrifice a heifer and the shield door in the sanctuary of your own home, but for fear that it may be stolen, it builds by the artisan Mamurio Veturius (meaning "old Mars') eleven perfectly equal, then commanding them to be carried by I got during the annual procession on March 2.
    According to Dionysius of Halicarnassus, the empire of the world was for the city that kept the 'Ancil. 


iini tentang profil dari Raja Numa yang saya dapat dari Wikipedia :

Setelah kematian Romulus, terjadi masa interregnum selama satu tahun dimana 10 orang anggota senat terpilih memerintah sebagai interrex. Senat kemudian memilih Numa Pompilius, seorang Sabin, untuk menjadi raja berikutnya. Dia dipilih karena reputasinya sebagai orang yang adil dan beriman. Meskipun awalnya Numa tidak mau menerima jabatan kerajaan, ayahnya meyakinkannya untuk menerima posisi itu sebagai cara untuk melayani para dewa.
Masa pemerintahan Numa ditandai dengan perdamaian dan reformasi keagamaan. Numa membangun kuil Janus dan melakukan kesepakatan damai dengan kerajaan tetangga Roma. Numa kemudian menutup pintu kuil tersebut untuk menunjukkan keadaan damai. Numa juga banyak menetapkan dan mendirikan jabatan keagamaan di Roma, contohnya perawan vestaPontifex Maximus, Salii, flamine. Numa mereformasi kalender Romawi dengan menambahkan bulan Januari danFebruari sehingga totalnya menjadi 12 bulan. Numa mengatur wilayah Roma menjadi distrik-distrik untuk menciptakan aministrasi yang lebih baik, membagi-bagi tanah kepada para penduduk, dan membentuk serikat dagang. Tradisi mengatakan bahwa pada masa pemerintahan Numa perisai Jupiter jatuh dari langit, dengan masa depan Roma tertulis di atasnya. Numa memerintahkan untuk membuat sebelas salinannya, yang kemudian dipuja sebagai benda suci oleh orang Romawi. Numa memerintah selama 43 tahun dan meninggal secara alam

Misteri Jack The Ripper Terungkap???



Ilustrasi Jack the Ripper
Ilustrasi Jack the Ripper (Wikipedia)
Liputan6.com, London 'Jack the Ripper' alias 'Jack sang Pencabik' adalah julukan bagi  salah satu pembunuh berantai paling sadis sepanjang sejarah. Siapa dia sebenarnya menjadi salah satu misteri terbesar.

Tak sekadar menghilangkan nyawa, Jack the Ripper juga memotong tenggorokan kemudian memutilasi perut sejumlah korban -- yang kebanyakan pekerja seks komersial (PSK) di Distrik Whitechapel, London, pada 1888. Korbannya yang teridentifikasi 'hanya' 5 orang, namun ia diyakini menghabisi lebih dari 100 orang. 

Hilangnya organ-organ dalam dari tiga korban Jack the Ripper memunculkan dugaan bahwa pelaku memiliki pengetahuan anatomi atau bedah.  Lainnya menduga dia adalah teroris hingga sopir truk. 

Kini misteri identitas 'Jack the Ripper' terkuak. Mungkin. 

Melalui sampel darah yang ditemukan pada selendang milik salah satu korban terungkap bahwa Jack the Ripper adalah seorang imigran Yahudi-Polandia berusia 23 tahun yang bernama Aaron Kosminski.

Sang detektif, Russel Edwards mengatakan selendang yang masih berlumuran darah korban itu dibelinya pada 2007, dari sebuah pelelangan di Bury St Edmunds, Suffolk. 

Edwards kemudian melakukan tes DNA yang kemudian membawanya ke identitas sang pembunuh. "Aku punya satu-satunya alat bukti forensik sepanjang sejarah kasus ini. Aku menghabiskan 14 tahun menyelidikinya dan telah memecahkan misteri Jack the Ripper itu," kata dia seperti dikutip dari The Guardian, Senin (8/9/2014).

"Hanya orang yang tak mau percaya yang ingin terus melestarikan mitosnya, ragu bahwa fakta bisa terkuak. Tapi sekarang, aku telah membuka kedoknya," lanjutnya.

Jack the Ripper membunuh sedikitnya lima perempuan, memotong leher mereka, mengambil beberapa organ dalam, dan membuang tubuhnya di lorong-lorong Whitechapel, Inggris.

Edwards, detektif asal Barnet, London Utara telah lama 'terpesona' dengan misteri pembunuhan ini, dan bertekad menguak teka-teki kasus itu. 

Ia menceritakan selendang yang dibelinya itu merupakan milik Catherine Eddowes, korban The Ripper. Edwards kemudian meminta bantuan seorang ahli biologi molekuluer, Jari Louhelainen untuk mengidentifikasi DNA korban dan sang pembunuh.

"Saya meminta bantuan Louhelainen dan kami menyelidikinya selama 3,5 tahun. Dan ketika kami menemukan kebenaran itu. Bagi kami, itu adalah momentum paling menakjubkan," detektif berusia 48 tahun itu.

Edwards mengatakan temuannya yang dihasilkan 126 tahun setelah pembunuhan yang menggegerkan Inggris membuktikan tanpa keraguan bahwa Kosminski -- salah satu dari enam tersangka utama polisi kala itu -- adalah si pembunuh legendaris. 

Edwars mengaku mendapatkan inspirasi setelah menonton film yang dibintangi Johnny Depp, "From Hell" -- yang menceritakan tentang pembunuhan yang dilakukan Ripper, mengatakan polisi saat itu telah mengidentifikasi Kosminski sebagai tersangka, tetapi tidak pernah memiliki cukup bukti untuk membawanya ke pengadilan .

Kosminski adalah seorang imigran Yahudi-Polandia yang, melarikan diri dari eksekusi Rusia -- yang saat itu menguasai negerinya. Ia datang bersama keluarganya di Inggris pada 1881 dan tinggal di Mile End Old Town.

Dia menjadi penghuni rumah sakit jiwa --  tempat meninggal pada 1899 akibat gangren di kakinya.

Meskipun begitu, sejumlah ahli meragukan klaim Edwards.

Richard Cobb, yang menjalankan usaha konvensi dan wisata Jack the Ripper mengatakan kepadaTimes bahwa selendang itu telah disentuh banyak orang, sehingga sampel DNA yang melekat kurang bisa diandalkan.

"Selendang itu banyak disentuh, dipegang, dicium, dan diludahi," kata Cobb. (Yus)


Sumber : http://news.liputan6.com/read/2102302/misteri-identitas-pembunuh-legendaris-jack-the-ripper-terkuak

Chronovisor - Mesin Penglihat Masa Lalu


Kembali muncul sebuah misteri dari ruang-ruang gelap di Vatikan, benarkah mereka memiliki sebuah mesin yang bisa melihat masa lalu?

Seorang pastor keuskupan Katolik Roma, Francois Brune mengejutkan dunia saat bukunya Le nouveau Mystère du Vatican ("Misteri Baru Vatikan") terbit di tahun 2002. Di dalamnya, Brune menulis bahwa ia bersama Pellegrino Ernetti (1925-1994), seorang pendeta Italia dan ilmuwan berhasil membuat sebuah mesin yang bisa melihat masa lalu - bagaikan kita melihat tayangan di televisi namun yang tampil adalah peristiwa-peristiwa sejarah manusia -  dan disebut: Chronovisor.
 

Ilustrasi Chronovisor / unmuseum.org


Pastor Eernetti bersama Brune membentuk tim yang terdiri dari 12 ilmuwan hebat di dunia (di antaranya Enrico Fermi dan Wernher von Braun).  Mereka kemudian membuat Chronovisor berbentuk  lemari besar dengan tabung sinar katoda untuk menampilkan gambar-gambar dari masa lalu. 

Dalam buku yang ditulis Brune, disebutkan pula Ernetti telah melihat peristiwa penyaliban Kristus,  hingga masa-masa Kekaisaran Roma di tahun 169 SM. Ernetti bahkan mengaku telah membuat foto dari peristiwa yang dilihatnya dan tampil pada sebuah majalah mingguan Italia, La Domenica del Corriere per tanggal 2 Mei 1972.

Bagaimanapun, tak ada bukti kuat soal keberadaan Chronovisor. Soal bukti-bukti yang diklaim Ernetti pun diragukan kebenarannya. Beberapa tahun setelah 1972, dikabarkan Ernetti mengakui semuanya hanya kebohongan belaka. Walaupun ia tetap yakin Chronovisor bekerja sesuai yang diharapkan.
 

Tampilan tulisan majalah Italia 1972: sebelah kanan adalah tampang Yesus saat disalib  /unveiledsecretsandmessagesoflight.blogspot.com


Nah, masalah baru muncul karena dalam bukunya, Brune yakin bahwa Ernetti terpaksa mengaku "bohong" karena paksaan berbagai pihak. Brune tetap kukuh mengatakan bahwa mereka telah berhasil membuat mesin pelihat waktu tersebut. Sayangnya, mesin ini kemudian disita oleh Vatikan.

Dari sinilah teori konspirasi baru muncul kembali. Siapakah yang benar, Brune yang yakin dengan keberadaan Chronovisor? Atau tulisannya hanya karya fiksi ilmiah yang hanya mencari sensasi? Apakah mungkin diam-diam Vatikan memang memiliki mesin tersebut dan ada misi rahasia untuk mengendalikan pemerintahan serta ekonomi di dunia kita?


Sumber : http://zainul-hal.blogspot.com/2013/06/chronovisor-mesin-pelihat-masa-lalu.html

Kamis, 31 Juli 2014

Misteri Manuskrip Voynich

Pada tahun 1912, seorang pedagang barang antik mendapatkan sebuah manuskrip kuno yang dipercaya telah berusia beberapa ratus tahun. Hingga sekarang, manuskrip ini dianggap sebagai dokumen paling misterius di dunia karena sejak penemuannya pada tahun 1912 hingga sekarang, belum ada yang berhasil memecahkan arti dari tulisan-tulisan yang ada di dalamnya.


Manuskrip Voynich - Penemuan
Manuskrip ini pertama kali muncul ke permukaan pada tahun 1912 ketika seorang pedagang dan pengumpul buku kuno bernama Wilfrid M Voynich menemukannya di antara kumpulan manuskrip kuno yang tersimpan di Vila Mondragone di frascati dekat Roma.

Voynich segera mengenali pentingnya penemuan itu. Walaupun hanya terlihat seperti sebuah buku pegangan para alchemist, Voynich bisa melihat bahwa manuskrip itu sepenuhnya tertulis di dalam bahasa kode. Ia lalu meminta para kryptolog paling terkenal pada zamannya untuk memecahkan misteri tulisan-tulisan dalam manuskrip tersebut. Namun usaha itu tidak membuahkan hasil.

Manuskrip Voynich - Sejarah

Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal muasal manuskrip tersebut. Berdasarkan pada gambar-gambar yang ada di dalamnya, para ahli percaya bahwa manuskrip itu berasal dari Eropa dan kemungkinan berasal dari abad 15 atau 17 Masehi.

Catatan kuno yang diketahui pertama kali menyinggung manuskrip ini berasal dari surat seorang alchemist bernama Georg Baresch yang ditujukan kepada Athanasius Kircher, seorang sarjana Jesuit dari Roma.

Dalam suratnya, Baresch meminta bantuan Kircher untuk memecahkan arti tulisan-tulisan dalam manuskrip tersebut. Namun Kircher juga tidak bisa memecahkan misteri itu. Setelah kematian Baresch, kepemilikan manuskrip tersebut jatuh ke tangan Kircher dan tersimpan rapi di perpustakaan Collegio Romano. Manuskrip ini tetap tersimpan rapi di tempat itu hingga 250 tahun kemudian.

Pada tahun 1912, Collegio Romano yang membutuhkan uang memutuskan untuk menjual sebagian manuskrip-manuskrip kuno yang dimilikinya kepada para kolektor dan saat itulah Voynich mendapat 30 diantaranya, termasuk manuskrip misterius itu.

Manuskrip Voynich - Karakteristik dan Isi
Walaupun ukurannya cukup kecil, hanya 7 kali 5 inci. Namun manuskrip itu memiliki ketebalan 240 halaman. Di dalam setiap halamannya kita bisa menemukan tulisan-tulisan tangan dengan huruf-huruf yang tidak dikenal beserta ilustrasi-ilustrasi kasar seperti tanaman, diagram astrologi dan bahkan wanita telanjang.

Manuskrip Voynich
Manuskrip itu berisi 170.000 huruf yang dipisahkan dengan spasi sempit. Kebanyakan huruf itu ditulis hanya dengan satu atau dua kali goresan pena. Para peneliti menduga bahwa jumlah jenis alphabet di dalam manuskrip itu hanya sekitar 20-30 huruf yang berbeda. Luar biasanya, alphabet yang digunakan di manuskrip tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan bahasa-bahasa yang ada di Eropa kuno.

Voynich Manuscript (170).jpg
Dari gambar-gambar ilustrasi yang dibuat di dalam manuskrip, para peneliti menyimpulkan bahwa manuskrip tersebut berisi catatan-catatan mengenai herbal, astronomi, biologi, kosmologi, farmasi dan resep-resep obat. Namun isinya, masih merupakan misteri.


Manuskrip Voynich - Usaha memecahkan misteri
Pada tahun 1921, seorang profesor filsafat dari Universitas Pennsylvania bernama Willaim R Newbold mengklaim bahwa di setiap karakter yang terdapat di dalam manuskrip Voynich ada goresan pena yang sangat halus yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar dan membentuk huruf-huruf Yunani kuno.

Berdasarkan asumsi ini, Newbold menyimpulkan bahwa Manuskrip ini berisi mengenai penemuan-penemuan sains dan ditulis pada abad ke-13 oleh ilmuwan dan filsuf Roger Bacon. Satu dekade kemudian, kesimpulan Newbold dibantah oleh para peneliti lainnya dengan mengatakan bahwa goresan halus tersebut hanyalah pecahan alami dari tinta yang digunakan untuk menulis.

Usaha Newbold hanyalah sebuah permulaan dari usaha panjang untuk memecahkan misteri ini.

Pada tahun 1940an, pemecah kode amatir bernama Joseph M Feely dan Leonell C Strong menggunakan huruf-huruf Roma yang bisa disubtitusikan ke karakter Voynich. Dari hasil penelitiannya, Strong menyimpulkan bahwa manuskrip ini dibuat oleh penulis Inggris dari abad 16 bernama Anthony Ascham yang salah satu karyanya berjudul "A Little Herbal" diterbitkan tahun 1550.

Walaupun manuskrip tersebut memiliki kemiripan isi dengan "A Little Herbal", namun para peneliti tidak bisa melacak bagaimana Anthony Ascham bisa mendapatkan pengetahuan mengenai kryptografi. Kesimpulan Strong akhirnya diabaikan oleh peneliti lainnya.

Pada tahun 1945, Misteri ini diserahkan ke tangan para ahli pemecah kode yang berhasil memecahkan kode tentara jepang pada perang dunia II. Tim pemecah kode ini belum pernah gagal memecahkan kode apapun yang disodorkan. Namun mereka juga gagal menyingkap misteri manuskrip Voynich.

Pada tahun 1978, seorang ahli bahasa bernama John Stojko mengklaim bahwa teks yang terdapat dalam manuskrip Voynich sesungguhnya ditulis dalam bahasa Ukrainia dengan seluruh huruf hidupnya dihilangkan. Namun dengan metode ini, terjemahan yang dihasilkan sepertinya tidak masuk akal. Seperti satu kalimat yang berbunyi : "Emptiness is that what Baby God's Eye is fighting for" sama sekali tidak sesuai dengan ilustrasi yang ada pada halamannya.

Pada tahun 1987, seorang ahli fisika bernama Leo Levitov menyatakan bahwa manuskrip tersebut dihasilkan oleh kaum Cathar, sebuah sekte yang dianggap sesat pada abad pertengahan di Perancis. Menurut Levitov, huruf yang digunakan adalah campuran dari berbagai bahasa, yaitu Belanda, Jerman dan Perancis kuno. Walaupun sepertinya masuk akal, namun hasil terjemahan yang dihasilkan Levitov tidak juga menjadi masuk akal jika dibandingkan dengan sejarah ataupun teologi kaum Cathar.

Manuskrip Voynich - Hoax
Setelah menjalani puluhan tahun penelitian, ada satu teori yang saat ini dianggap paling masuk akal, yaitu bahwa manuskrip Voynich hanyalah sebuah hoax atau rekayasa.

Klaim ini pada awalnya datang dari seorang psikolog dan dosen ilmu komputer dari universitas Keele di Inggris yang bernama Gordon Rugg. Ia mempublikasikan penemuannya pada jurnal cryptologia pada tahun 2004.

Selama tiga bulan, Rugg, meneliti manuskrip misterius tersebut tanpa hasil hingga ia sampai pada kesimpulan bahwa manuskrip tersebut hanyalah sebuah hoax. Kesimpulan ini membuat para Voynichologist terkesan. Mereka yang selama bertahun-tahun mencoba memecahkan misteri manuskrip ini tanpa hasil tiba-tiba merasa bahwa ini adalah jawaban yang masuk akal.

Rugg sampai pada kesimpulan ini setelah melihat struktur bahasa yang aneh pada manuskrip ini. Misalnya pada folio 78R, dengan menggunakan model pemecahan versi Rugg, akan terbaca : qokedy qokedy dal qokedy qokedy.

Kata qokedy diulang hingga empat kali dalam sebuah kalimat pendek. Pengulangan seperti ini merupakan hal yang tidak pernah ditemukan dalam bahasa manusia. Terlalu aneh, jadi pastilah manuskrip ini hanyalah sebuah hoax, demikian kesimpulan Rugg. Kesimpulan ini memang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh peneliti lain.

Kemudian Rugg mulai mencari pemecahan lebih lanjut berdasarkan atas asumsi hoax. Ia kemudian bertanya pada dirinya sendiri. Jika saya tinggal di abad 16 dan ingin membuat sebuah buku yang misterius namun tidak terpecahkan, bagaimanakah cara yang paling murah dan gampang ?

Ia lalu menemukan sebuah peralatan yang disebut Cardan Grille yang pertama kali dideskripsikan pada tahun 1550 oleh Girolamo Cardano. Menurut Rugg, apabila menggunakan alat itu, seseorang yang cukup cerdas dapat menulis satu halaman manuskrip Voynich dalam satu atau dua jam yang berarti dapat menyelesaikan satu buku dalam waktu tiga atau empat bulan termasuk ilustrasi-ilustrasinya.

Rugg bahkan berani menyimpulkan bahwa manuskrip ini dibuat oleh seorang alchemist Inggris bernama Edward Kelley.

Lalu pertanyaannya, jika manuskrip ini hanyalah sebuah rekayasa, mengapa seseorang mau bersusah payah membuatnya ? Rugg punya jawabannya, yaitu uang.

Menurut catatan sejarah, Raja Roma, Rudolph II yang diperlihatkan manuskrip tersebut pertama kali begitu tertarik dengan keindahan buku tersebut sehingga memutuskan untuk membelinya seharga 600 Dukat Emas, atau sekitar $50.000 zaman sekarang. Jumlah uang yang cukup besar bagi sang perekayasa.

Pada tahun 2007, hipotesis Rugg didukung oleh dua kriptolog terkenal bernama Andreas Schinner dan Claude Martin.

Manuskrip Voynich - Sekarang
Walaupun kesimpulan Rugg cukup masuk akal, namun argumennya tidak begitu saja diterima oleh Voynichologist lainnya. Menurut mereka, bisa saja manuskrip tersebut dibuat untuk menyimpan pesan rahasia dalam kalimat-kalimat yang tidak teratur. Rugg tidak membantah kemungkinan ini.

Pada tahun 1961, manuskrip Voynich dibeli oleh H.P Kraus senilai $24.500. Manuskrip itu kemudian didonasikan ke universitas Yale pada tahun 1969 dan disimpan dengan rapi di perpustakaan Yale hingga saat ini.
Sedangkan dalam Vivanews pada tahun 2011 diberitakan bahwa manuskrip tersebut berhasil dipecahkan. Berikut lansirannya.

VIVAnews - Ditulis dalam huruf asing dengan sedikit sketsa sebagai ilustrasi, membuat rahasia Manuskrip Voynich terjaga selama ratusan tahun. Manuskrip ini telah membingungkan sejarawan, kriptografer, dan bibliophiles selama berabad-abad.

Namun sekarang, akhirnya misteri itu telah berakhir. Menurut seorang pengusaha asal Finlandia, Viekko Latvala, dirinya telah berhasil menerjemahkan manuskrip yang diklaim dari 'Nabi Tuhan' itu. Latvala mengklaim telah memecahkan kode dan rahasia manuskrip yang diklaim paling misterius di dunia tersebut.

Rekan kerja Latvala, Ari Ketola, sebagaimana dikutip lamanfoxnews.com, menggambarkan betapa sulitnya penerjemahan karakter misterius itu. "Buku ini adalah karya hidup dan publikasi ilmiah tentang obat yang akan masih berguna hari ini," kata Ketola.

"Penulisnya adalah seorang ilmuwan tanaman, astrologi, farmasi, dan astronomi. Buku ini berisi ramalan beberapa dekade dan ratusan tahun ke depan dari waktu buku ini dibuat."

Dengan kata lain, Manuskrip Voynich --yang saat ini dimiliki Perpustakaan Manuskrip dan Buku Langka Beincke Universitas Yale di New Haven-- adalah sebuah buku herbalogi, dimana sang penulis melacak tanaman-tanaman dan menggunakannya untuk tujuan obat-obatan.

Latvala memberikan terjemahan dari tanaman 16152 yang saat ini bisa ditemukan di Ethiopia:

"Nama bunga ini adalah Heart of Fire. Bunga ini bisa membuat kulit indah bila dibuat sebagai salep. Minyak ditekan dari tunas. Salep ini digunakan untuk kulit keriput. Apakah cocok untuk ginjal dan kepala, sebagai bunga antibiotik untuk mencegah radang. Tinggi tanaman 10 sentimeter. Tanaman ini tumbuh pada daerah kering dan panas. Tanaman ini berwarna hijau terang."
Manuskrip Voynich

Lantas, bagaimana Latvala bisa menerjemahkan manuskrip yang paling misterius di muka bumi tersebut?

"Mr. Latvala mengatakan tak ada satu pun 'manusia normal' yang bisa memecahkan kode itu, sebab tidak ada kode atau metode yang bisa digunakan untuk membaca teks ini. Ini bahasa nabi," kata Ketola.

"Tipe orang yang bisa membaca teks seperti ini sangat jarang ditemukan di muka bumi. Belum tentu mereka muncul ke muka bumi dalam satu milinium... dan Mr. Veikko Latvala telah diberi kelebihan selama 20 tahun terakhir."

Namun, sejumlah kriptografer menolak mengomentari klaim yang dikeluarkan Latvala ini. baik memberikan validasi atau menolak klaim itu. Yang jelas, Ketola menolak untuk menunjukkan metode dalam memecahkan rahasia manusrip ini.

"Bahasa buku ini cukup rumit," kata Ketola. "Suku kata vokal merupakan campuran dari Spanyol dan Italia, juga dicampur dengan bahasa penulis manuskrip. Bahasa penulis manuskrip sendiri adalah bahasa Babilon langka yang diucapkan di daerah Asia kecil."

Ketola menduga, penulis naskah Voynich tidak tahu bagaimana menulis dalam bahasa lain. Jadi dia harus menciptakan alfabet sendiri dan kosa kata. "Orang ini tidak bisa menulis bahasa apapun sehingga ia harus menemukan tulisan yang bisa dia baca atau diucapkannya sendiri," katanya.

Sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/269422-misteri--manuskrip-nabi--                   berhasil-dipecahkan
              http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/11/misteri-manuskrip-voynich-                               terpecahkan.html

Rabu, 30 Juli 2014

Teka Teki Harta Karun Bajak Laut Oliver Levasseur



Kita sering mendengar mengenai legenda bajak laut dan harta karunnya yang tersembunyi. Tapi mungkin banyak yang belum pernah mendengar bahwa ada harta bajak laut yang dihubungkan dengan perkumpulan freemason. Ini adalah kisah bajak laut bermata satu, Olivier Levasseur.

Olivier Levasseur lahir di Calais, Perancis, sekitar tahun 1688 - 1690. Nama aliasnya adalah Le Buse atau La Bouche (elang). Julukan ini diperolehnya karena kecepatannya dalam menyerang musuh. Kita mungkin mengira bahwa bajak laut adalah mereka yang berasal dari kaum berandalan, namun tidak demikian dengan Levasseur. Ia lahir dari kalangan borjuis dan berada. Ia bahkan pernah mendapatkan pendidikan yang baik hingga akhirnya menjadi anggota pasukan angkatan laut Perancis.

Petualangannya dimulai ketika terjadi perang Spanish Succession tahun 1701-1714. Levasseur ditugaskan untuk bertempur di dalam perang ini. Ketika perang berakhir, ia dipanggil pulang oleh pemerintah Perancis. Namun ia menolak dan malah bergabung dengan bajak laut Benjamin Hornigold tahun 1716. Akibat perang yang dijalaninya, Olivier membawa sebuah bekas luka di dekat matanya yang membuat pandangannya menjadi lebih terbatas.

Setelah satu tahun melakukan berbagai pembajakan, perkumpulan Hornigold terpecah. Olivier berpisah dan mencoba peruntungannya di pantai barat Afrika. Pada tahun 1719, ia bekerja sama dengan bajak laut Howell Davis dan Thomas Cocklyn.

Pada tahun 1720, mereka menyerang pelabuhan Ouidah di pantai benin dan berhasil menghancurkan benteng-benteng disana. Pada tahun yang sama ia mengalami karam kapal di laut merah dan terdampar di pulau Anjouan, salah satu pulau di Comoro. Saat itu, satu matanya sudah benar-benar menjadi buta dan ia memutuskan untuk memakai penutup mata.

Pada tahun 1721, ia membangun markasnya di pulau Saint Mary, di dekat pantai Madagaskar. Bersama John Taylor dan Edward England, mereka berhasil melakukan beberapa pembajakan yang berhasil. Hasil pertama mereka adalah saat mereka berhasil membajak kapal Laccadives dan berhasil mendapatkan harta senilai 75.000 pound (sekitar 10,35 juta pound saat ini).

Kemudian, kesuksesan mereka yang terbesar datang ketika mereka berhasil menaklukkan kapal portugis Nossa Senhora do Cabo (The Virgin of the Cape) yang penuh dengan harta milik uskup Goa yang juga ada di atas kapal. Harta yang didapat antara lain batangan emas dan perak, lusinan kotak penuh dengan koin golden guineas, berlian, mutiara, batu rubi, sutra dan objek-objek religius dari katedral Saint Catarina di Goa, termasuk Flaming Cross of Goa yang terbuat dari emas murni. Total harta ini diperkirakan bernilai 100 juta poundsterling pada tahun 1968.

Namun petualangan Levasseur berakhir ketika ia ditangkap dan digantung pada tanggal 7 Juli 1730 di pulau Bourbon. Dan dari sinilah legenda mengenai harta yang hilang mulai berkembang.

Legenda mengatakan bahwa ketika ia berdiri di tiang gantungan dengan sepotong kain hitam menutupi matanya, ia mengenakan sebuah kalung yang berisi 17 baris pesan rahasia. Ia melemparkannya ke tengah kerumunan massa yang menyaksikannya dan berteriak,"Temukan hartaku bagi kalian yang bisa mengartikannya!"

Kisah mengenai kalung misterius dan harta ini menghilang selama beberapa abad dari publik hingga tahun 1923. Pada saat itu, seorang wanita bernama Mrs. Rose Savoy yang sedang berjalan-jalan menemukan beberapa ukiran di bebatuan di pantai Bel Ombre dekat Beau Vallon di pulau Mahe, Seychelles.

Selama ini ukiran tersebut tersembunyi dari pandangan akibat air pasang. Namun karena kondisi air yang surut tahun itu, ukiran itu mulai terlihat dan menunjukkan bentuk anjing, ular, kura-kura, kuda, lalat, dua gambar hati yang bersatu, sebuah lubang kunci, mata, kotak, tubuh seorang wanita dan kepala seorang pria.

Seorang notaris yang tinggal di Victoria yang mendengar berita ini percaya bahwa ukiran ini pastilah dibuat oleh para bajak laut. Ia lalu mencari ke dalam arsip-arsip tuanya dan menemukan dua dokumen yang mungkin memiliki hubungan dengan ukiran tersebut. Dokumen pertama adalah sebuah peta pantai Bel Ombre yang terbit tahun 1735 di Lisabon. Dalam peta tersebut tertulis : "Pemilik tanah..La Buse." La Buse adalah nama lain Levasseur.

Dokumen kedua adalah wasiat terakhir dari bajak laut Bernardin Nageon de L'Estang alias Le Butin (penyair) yang meninggal 70 tahun setelah Levasseur yang dengan suatu cara berhasil memiliki harta Levasseur. Dalam wasiat ini tetulis 3 baris Kriptogram dan dua surat.

Salah satu surat tersebut ditujukan untuk keponakannya :

"Aku kehilangan banyak dokumen selama karam kapal. Aku telah berhasil mengumpulkan kembali sejumlah harta yang disembunyikan; Namun masih ada empat lagi yang tertinggal. Kamu bisa menemukannya dengan kunci dan kombinasi dan dengan dokumen lainnya."

Lalu, surat lain yang ditujukan untuk kakak laki-lakinya berbunyi :

"Kapten kami terluka. Ia berusaha memastikan bahwa aku adalah benar seorang freemason. Setelah yakin, ia mempercayakan kepadaku dokumen-dokumen dan rahasianya kepadaku. Berjanjilah bahwa anak tertuamu akan mencari harta tersebut dan memenuhi mimpiku membangun kembali rumah kita. Komandan akan menyerahkan dokumen-dokumen tersebut. Jumlahnya ada tiga."

Surat ini pertama kalinya menunjukkan adanya kemungkinan keterkaitan antara perkumpulan freemason dengan harta Levasseur.

Notaris itu kemudian menghubungi Mrs. Savoy dan bersama-sama mereka melakukan penggalian di batu yang ditemukan Mrs.Savoy. Dibawah batu yang memiliki ukiran mata, mereka menemukan dua peti mati yang berisi dua kerangka beserta satu kerangka tanpa peti mati. Tiga kerangka tersebut dipercaya sebagai bajak laut karena cincin emas yang ada pada telinga kiri masing-masing. Tapi tidak ada harta yang ditemukan.

Pada tahun 1947, seorang Inggris bernama Reginald Cruise Wilkins, tetangga Mrs.Savoy mulai mempelajari dokumen-dokumen tersebut. Ia mulai dari tiga kriptogram dan dua surat yang ditemukan dan menemukan bahwa alphabet misterius tersebut memiiki hubungan dengan simbol masonik.

Wilkins juga menemukan bahwa kriptogram tersebut memiliki hubungan dengan Zodiak, buku clavicles of Solomon dan Dua belas tugas Herkules. Buku Clavicles of Solomon adalah sebuah buku yang berasal dari abad pertengahan yang berisi mistik masa reinassance. Sedangkan dua belas tugas Herkules adalah mitos dari Yunani mengenai dua belas tugas yang harus diselesaikan oleh Herkules.

Dalam usahanya yang panjang dan melelahkan, Wilkins berhasil memecahkan sebagian isi kriptogram tersebut. Ia menemukan petunjuk bahwa harta tersebut berada di sebuah ruang rahasia di dalam tanah. Ruangan itu dilindungi oleh air pasang yang membutuhkan bendungan untuk menahannya dan harus didekati dari sebelah utara. Akses ke dalamnya harus dilakukan lewat tangga batu dan terowongan yang menuju ke bawah pantai.

Wilikins melakukan beberapa penggalian di pulau Mahe. Di dalam sebuah gua, ia menemukan beberapa pistol kuno, beberapa koin dan peti mati bajak laut. Namun Ia tidak menemukan harta karun. Setiap penggalian yang dilakukannya, selalu merujuk kepada petunjuk berikutnya. Mengenai hubungan harta tersebut dengan freemasonry juga masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Setelah mencari selama 27 tahun, Wilkins mulai kehabisan dana. Para investor yang tidak sabar mulai menolak mensponsorinya. Lagipula kesehatannya semakin menurun. Namun Wilkins percaya bahwa ia sudah sangat mendekati lokasi harta tersebut. Sayang, pada tanggal 3 Mei 1977 Wilkins meninggal dunia tanpa berhasil memecahkan potongan terakhir kode rahasia tersebut. Saat ini anaknya, John, yang berprofesi sebagai guru sejarah, meneruskan usahanya untuk menemukan harta tersebut.

"Temukan hartaku, bagi kalian yang bisa mengartikannya!" Dan suara tawa Levasseur terdengar menggema dari dalam kuburannya.


Notes :

Kuburan Olivier Levasseur saat ini berada di pulau Reunion, wilayah Perancis yang terletak di laut Hindia, sebelah selatan Madagaskar. Sedangkan Seychelles tempat harta itu berada adalah sebuah negara kepulauan yang kecil di Samudera Hindia, Timur Laut Madagaskar. Negara ini diapit oleh Mauritius, pulau Reunion, Komoro, Mayotte dan Maladewa. Luasnya sekitar 455 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 80.000 jiwa.

Sumber : http://www.teruniknya.com/2013/05/teka-teki-harta-karun-bajak-laut-oliver.html

Bagi yang ingin mengirimkan tulisan ke blog ini silakan kirim e-mail ke misteritekateki@gmail.com