Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 09 Oktober 2014

OPPORTVNVS ADEST – Koin Alien ?

Adalah sebuah koin yang dibuat di Prancis pada tahun 1680. Koin ini masih jadi topic pembicaraan pada saat ini.

The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Coin_001.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

                                                       OPPORTVNVS ADEST


Gambar di atas adalah gambar dari koin tersebut. Ada tulisan OPPORTVNVS ADEST mengelilingi pinggiran koin tersebut. Kurang lebih arti dari tulisan tersebut adalah “ It is here at an opportune time” atau bahasa indonesianya “ di sinilah waktu yang tepat”. Koin ini memiliki 2 sisi. Depan dan Belakang. Gambar yang diatas adalah sisi yang depan.
Sisi sebaliknya akan ditampilkan pada gambar di bawah:

The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Coin_002.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

                                                    HÆC PER TE AVCTA COLAM

Tulisan yang ada di sisi sebaliknya itu adalah HÆC PER TE AVCTA COLAM artinya “Let this growth be pleasing for your heart”  atau bahasa Indonesianya adalah “biarkan perkembangan ini menyenangkan hatimu”.

Misteri yang akan dibahas di sini bukanlah tulisannya tapi ada pada gambar seperti UFO yang dipahat di permukaan koin

The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Coin_001.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Gambar Seperti UFO yang terlihat melayang  di koin tersebut.

Seperti sudah dijelaskan di atas kalau koin ini dibuat di Perancis pada tahun 1680, ada yang berpendapat bahwa gambar tersebut bukanlah UFO melainkan representasi dari Ezekiel’s Wheel. Ezekiel’s Wheel ini sendiri adalah sebuah tulisan dalam Alkitab yang berisi tentang “roda di dalam roda” yang dilihat oleh Ezekiel bersamaan dengan penglihatan sosok Tuhan dan 4 mahkluk lainnya. (Maaf kalau ada kesalahan dalam pendeskripsiannya)

http://www.untiedmusic.com/ezekiel/2whlanim.gif
Kira kira beginilah gambarannya
OK, tadi semua itu adalah penjelasan menurut pandangan ufologist dan dari Alkitab. Kalau dari Skeptis bilang itu adalah perisai. Walaupun agak aneh karena jelas-jelas di koin OPPORTVNVS ADEST itu menggambarkan sesuatu yang melayang di  langit, kita bisa melihat dengan jelas bahwa ada awan dan pohon di sana. Pendapat kalau itu perisai sedikit aneh, bukan aneh, soalnya dari bentuk memang mirip dengan perisai.

The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Targe_4.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Jumlah koin yang ini lebih dari satu dan juga banyak yang bergambar benda yang mirip seperti UFO ini.

The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Coin_004.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.


The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Coin_003.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.
                                                                                   
Apapun yang tergambar di koin tersebut pada abad 16 -17 telah menarik perhatian masyarakat pada saat itu. Kita asumsikan saja kalau itu adalah sesuatu yang dianggap istimewa oleh masyarakat Perancis pada waktu itu.

Pendapat yang mengatakan bahwa itu adalah gambar perisai juga bisa masuk akal di koin yang satu ini:

The image “http://www.thelivingmoon.com/49ufo_files/04images/Paintings/Coin_005a.png” cannot be displayed, because it contains errors.

Gamabar ini seperti perisai yang sedang menahan panah. Tapi bisa juga itu adalah UFO yang diserang dari bawah. Soalnya kebetulan ada juga sebuah lukisan pada tahun 1600an yang mirip dengan gambar tersebut.

“Battesimo di Cristo” 1710
Aert De Gelder
(1645-1727)

Perdebatan tentang apa yang dipahat di koin ini masih berlangsung sampai sekarang.

Kalau menurut saya gambar yang ipahat merupakan representasi Ezekiel’s Wheel karena mayoritas Perancis dulu masyarakatnya memeluk agama Kristen dan Katolik.
Nah, balik lagi ke para Readers , menurut anda gambar apakah yang dipahat pada saat itu?

Sumber : http://haritsufo.blogspot.com/2011/03/koin-opportvnvs-adest-alien-coin.html


UPDATE!!!

Menurut beberapa sumber yang telah saya baca ternyata benda yang mirip seperti UFO itu adalah sebuah perisai yang telah diyakini oleh masyarakat Roma pada saat itu menyelamatkan mereka. Kesimpulan itu saya dapatkan setelah saya membaca legenda tentang perisai yang diberikan oleh Jupiter dari langit kepada Raja Roma pada saat itu yang bernama Numa.

Informasinya bisa dilihat di bawah ini: (dalam bahasa Inggris)


    Many coins of this type contained mythological and allegorical scenes, and its mythology has found a literary reference that can explain the nature of the object round which is in the clouds and the earth. It may in fact represent 'Ancil, the sacred shield sent by Jupiter to the King of Rome, Numa Pompilius.The legend is told in different versions, one of Ovid ( "Fasti, Book III ) Numa Pompilio said that it would decide to question Jupiter to be disclosed the secret to defend against its attacks. Jupiter asks in exchange for a human sacrifice, but that Numa is a peaceful man refuses and fails, with puns, to deceive God. Numa fears the wrath of Jupiter, but instead of angry god laughs for the wit and the king promises him the day after the revelation of the secret. The day after Numa Pompilius convene the representatives of the districts of Rome, and at noon, as promised, here is that of lightning pierce the sky that falls from an oval shield right at his feet. The same Jupiter, throwing the shield from the sky, does not know that Rome would have nothing to fear from his enemies as long as the shield was well guarded. The king is to thank god to sacrifice a heifer and the shield door in the sanctuary of your own home, but for fear that it may be stolen, it builds by the artisan Mamurio Veturius (meaning "old Mars') eleven perfectly equal, then commanding them to be carried by I got during the annual procession on March 2.
    According to Dionysius of Halicarnassus, the empire of the world was for the city that kept the 'Ancil. 


iini tentang profil dari Raja Numa yang saya dapat dari Wikipedia :

Setelah kematian Romulus, terjadi masa interregnum selama satu tahun dimana 10 orang anggota senat terpilih memerintah sebagai interrex. Senat kemudian memilih Numa Pompilius, seorang Sabin, untuk menjadi raja berikutnya. Dia dipilih karena reputasinya sebagai orang yang adil dan beriman. Meskipun awalnya Numa tidak mau menerima jabatan kerajaan, ayahnya meyakinkannya untuk menerima posisi itu sebagai cara untuk melayani para dewa.
Masa pemerintahan Numa ditandai dengan perdamaian dan reformasi keagamaan. Numa membangun kuil Janus dan melakukan kesepakatan damai dengan kerajaan tetangga Roma. Numa kemudian menutup pintu kuil tersebut untuk menunjukkan keadaan damai. Numa juga banyak menetapkan dan mendirikan jabatan keagamaan di Roma, contohnya perawan vestaPontifex Maximus, Salii, flamine. Numa mereformasi kalender Romawi dengan menambahkan bulan Januari danFebruari sehingga totalnya menjadi 12 bulan. Numa mengatur wilayah Roma menjadi distrik-distrik untuk menciptakan aministrasi yang lebih baik, membagi-bagi tanah kepada para penduduk, dan membentuk serikat dagang. Tradisi mengatakan bahwa pada masa pemerintahan Numa perisai Jupiter jatuh dari langit, dengan masa depan Roma tertulis di atasnya. Numa memerintahkan untuk membuat sebelas salinannya, yang kemudian dipuja sebagai benda suci oleh orang Romawi. Numa memerintah selama 43 tahun dan meninggal secara alam

Misteri Jack The Ripper Terungkap???



Ilustrasi Jack the Ripper
Ilustrasi Jack the Ripper (Wikipedia)
Liputan6.com, London 'Jack the Ripper' alias 'Jack sang Pencabik' adalah julukan bagi  salah satu pembunuh berantai paling sadis sepanjang sejarah. Siapa dia sebenarnya menjadi salah satu misteri terbesar.

Tak sekadar menghilangkan nyawa, Jack the Ripper juga memotong tenggorokan kemudian memutilasi perut sejumlah korban -- yang kebanyakan pekerja seks komersial (PSK) di Distrik Whitechapel, London, pada 1888. Korbannya yang teridentifikasi 'hanya' 5 orang, namun ia diyakini menghabisi lebih dari 100 orang. 

Hilangnya organ-organ dalam dari tiga korban Jack the Ripper memunculkan dugaan bahwa pelaku memiliki pengetahuan anatomi atau bedah.  Lainnya menduga dia adalah teroris hingga sopir truk. 

Kini misteri identitas 'Jack the Ripper' terkuak. Mungkin. 

Melalui sampel darah yang ditemukan pada selendang milik salah satu korban terungkap bahwa Jack the Ripper adalah seorang imigran Yahudi-Polandia berusia 23 tahun yang bernama Aaron Kosminski.

Sang detektif, Russel Edwards mengatakan selendang yang masih berlumuran darah korban itu dibelinya pada 2007, dari sebuah pelelangan di Bury St Edmunds, Suffolk. 

Edwards kemudian melakukan tes DNA yang kemudian membawanya ke identitas sang pembunuh. "Aku punya satu-satunya alat bukti forensik sepanjang sejarah kasus ini. Aku menghabiskan 14 tahun menyelidikinya dan telah memecahkan misteri Jack the Ripper itu," kata dia seperti dikutip dari The Guardian, Senin (8/9/2014).

"Hanya orang yang tak mau percaya yang ingin terus melestarikan mitosnya, ragu bahwa fakta bisa terkuak. Tapi sekarang, aku telah membuka kedoknya," lanjutnya.

Jack the Ripper membunuh sedikitnya lima perempuan, memotong leher mereka, mengambil beberapa organ dalam, dan membuang tubuhnya di lorong-lorong Whitechapel, Inggris.

Edwards, detektif asal Barnet, London Utara telah lama 'terpesona' dengan misteri pembunuhan ini, dan bertekad menguak teka-teki kasus itu. 

Ia menceritakan selendang yang dibelinya itu merupakan milik Catherine Eddowes, korban The Ripper. Edwards kemudian meminta bantuan seorang ahli biologi molekuluer, Jari Louhelainen untuk mengidentifikasi DNA korban dan sang pembunuh.

"Saya meminta bantuan Louhelainen dan kami menyelidikinya selama 3,5 tahun. Dan ketika kami menemukan kebenaran itu. Bagi kami, itu adalah momentum paling menakjubkan," detektif berusia 48 tahun itu.

Edwards mengatakan temuannya yang dihasilkan 126 tahun setelah pembunuhan yang menggegerkan Inggris membuktikan tanpa keraguan bahwa Kosminski -- salah satu dari enam tersangka utama polisi kala itu -- adalah si pembunuh legendaris. 

Edwars mengaku mendapatkan inspirasi setelah menonton film yang dibintangi Johnny Depp, "From Hell" -- yang menceritakan tentang pembunuhan yang dilakukan Ripper, mengatakan polisi saat itu telah mengidentifikasi Kosminski sebagai tersangka, tetapi tidak pernah memiliki cukup bukti untuk membawanya ke pengadilan .

Kosminski adalah seorang imigran Yahudi-Polandia yang, melarikan diri dari eksekusi Rusia -- yang saat itu menguasai negerinya. Ia datang bersama keluarganya di Inggris pada 1881 dan tinggal di Mile End Old Town.

Dia menjadi penghuni rumah sakit jiwa --  tempat meninggal pada 1899 akibat gangren di kakinya.

Meskipun begitu, sejumlah ahli meragukan klaim Edwards.

Richard Cobb, yang menjalankan usaha konvensi dan wisata Jack the Ripper mengatakan kepadaTimes bahwa selendang itu telah disentuh banyak orang, sehingga sampel DNA yang melekat kurang bisa diandalkan.

"Selendang itu banyak disentuh, dipegang, dicium, dan diludahi," kata Cobb. (Yus)


Sumber : http://news.liputan6.com/read/2102302/misteri-identitas-pembunuh-legendaris-jack-the-ripper-terkuak

Chronovisor - Mesin Penglihat Masa Lalu


Kembali muncul sebuah misteri dari ruang-ruang gelap di Vatikan, benarkah mereka memiliki sebuah mesin yang bisa melihat masa lalu?

Seorang pastor keuskupan Katolik Roma, Francois Brune mengejutkan dunia saat bukunya Le nouveau Mystère du Vatican ("Misteri Baru Vatikan") terbit di tahun 2002. Di dalamnya, Brune menulis bahwa ia bersama Pellegrino Ernetti (1925-1994), seorang pendeta Italia dan ilmuwan berhasil membuat sebuah mesin yang bisa melihat masa lalu - bagaikan kita melihat tayangan di televisi namun yang tampil adalah peristiwa-peristiwa sejarah manusia -  dan disebut: Chronovisor.
 

Ilustrasi Chronovisor / unmuseum.org


Pastor Eernetti bersama Brune membentuk tim yang terdiri dari 12 ilmuwan hebat di dunia (di antaranya Enrico Fermi dan Wernher von Braun).  Mereka kemudian membuat Chronovisor berbentuk  lemari besar dengan tabung sinar katoda untuk menampilkan gambar-gambar dari masa lalu. 

Dalam buku yang ditulis Brune, disebutkan pula Ernetti telah melihat peristiwa penyaliban Kristus,  hingga masa-masa Kekaisaran Roma di tahun 169 SM. Ernetti bahkan mengaku telah membuat foto dari peristiwa yang dilihatnya dan tampil pada sebuah majalah mingguan Italia, La Domenica del Corriere per tanggal 2 Mei 1972.

Bagaimanapun, tak ada bukti kuat soal keberadaan Chronovisor. Soal bukti-bukti yang diklaim Ernetti pun diragukan kebenarannya. Beberapa tahun setelah 1972, dikabarkan Ernetti mengakui semuanya hanya kebohongan belaka. Walaupun ia tetap yakin Chronovisor bekerja sesuai yang diharapkan.
 

Tampilan tulisan majalah Italia 1972: sebelah kanan adalah tampang Yesus saat disalib  /unveiledsecretsandmessagesoflight.blogspot.com


Nah, masalah baru muncul karena dalam bukunya, Brune yakin bahwa Ernetti terpaksa mengaku "bohong" karena paksaan berbagai pihak. Brune tetap kukuh mengatakan bahwa mereka telah berhasil membuat mesin pelihat waktu tersebut. Sayangnya, mesin ini kemudian disita oleh Vatikan.

Dari sinilah teori konspirasi baru muncul kembali. Siapakah yang benar, Brune yang yakin dengan keberadaan Chronovisor? Atau tulisannya hanya karya fiksi ilmiah yang hanya mencari sensasi? Apakah mungkin diam-diam Vatikan memang memiliki mesin tersebut dan ada misi rahasia untuk mengendalikan pemerintahan serta ekonomi di dunia kita?


Sumber : http://zainul-hal.blogspot.com/2013/06/chronovisor-mesin-pelihat-masa-lalu.html

Kamis, 31 Juli 2014

Misteri Manuskrip Voynich

Pada tahun 1912, seorang pedagang barang antik mendapatkan sebuah manuskrip kuno yang dipercaya telah berusia beberapa ratus tahun. Hingga sekarang, manuskrip ini dianggap sebagai dokumen paling misterius di dunia karena sejak penemuannya pada tahun 1912 hingga sekarang, belum ada yang berhasil memecahkan arti dari tulisan-tulisan yang ada di dalamnya.


Manuskrip Voynich - Penemuan
Manuskrip ini pertama kali muncul ke permukaan pada tahun 1912 ketika seorang pedagang dan pengumpul buku kuno bernama Wilfrid M Voynich menemukannya di antara kumpulan manuskrip kuno yang tersimpan di Vila Mondragone di frascati dekat Roma.

Voynich segera mengenali pentingnya penemuan itu. Walaupun hanya terlihat seperti sebuah buku pegangan para alchemist, Voynich bisa melihat bahwa manuskrip itu sepenuhnya tertulis di dalam bahasa kode. Ia lalu meminta para kryptolog paling terkenal pada zamannya untuk memecahkan misteri tulisan-tulisan dalam manuskrip tersebut. Namun usaha itu tidak membuahkan hasil.

Manuskrip Voynich - Sejarah

Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal muasal manuskrip tersebut. Berdasarkan pada gambar-gambar yang ada di dalamnya, para ahli percaya bahwa manuskrip itu berasal dari Eropa dan kemungkinan berasal dari abad 15 atau 17 Masehi.

Catatan kuno yang diketahui pertama kali menyinggung manuskrip ini berasal dari surat seorang alchemist bernama Georg Baresch yang ditujukan kepada Athanasius Kircher, seorang sarjana Jesuit dari Roma.

Dalam suratnya, Baresch meminta bantuan Kircher untuk memecahkan arti tulisan-tulisan dalam manuskrip tersebut. Namun Kircher juga tidak bisa memecahkan misteri itu. Setelah kematian Baresch, kepemilikan manuskrip tersebut jatuh ke tangan Kircher dan tersimpan rapi di perpustakaan Collegio Romano. Manuskrip ini tetap tersimpan rapi di tempat itu hingga 250 tahun kemudian.

Pada tahun 1912, Collegio Romano yang membutuhkan uang memutuskan untuk menjual sebagian manuskrip-manuskrip kuno yang dimilikinya kepada para kolektor dan saat itulah Voynich mendapat 30 diantaranya, termasuk manuskrip misterius itu.

Manuskrip Voynich - Karakteristik dan Isi
Walaupun ukurannya cukup kecil, hanya 7 kali 5 inci. Namun manuskrip itu memiliki ketebalan 240 halaman. Di dalam setiap halamannya kita bisa menemukan tulisan-tulisan tangan dengan huruf-huruf yang tidak dikenal beserta ilustrasi-ilustrasi kasar seperti tanaman, diagram astrologi dan bahkan wanita telanjang.

Manuskrip Voynich
Manuskrip itu berisi 170.000 huruf yang dipisahkan dengan spasi sempit. Kebanyakan huruf itu ditulis hanya dengan satu atau dua kali goresan pena. Para peneliti menduga bahwa jumlah jenis alphabet di dalam manuskrip itu hanya sekitar 20-30 huruf yang berbeda. Luar biasanya, alphabet yang digunakan di manuskrip tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan bahasa-bahasa yang ada di Eropa kuno.

Voynich Manuscript (170).jpg
Dari gambar-gambar ilustrasi yang dibuat di dalam manuskrip, para peneliti menyimpulkan bahwa manuskrip tersebut berisi catatan-catatan mengenai herbal, astronomi, biologi, kosmologi, farmasi dan resep-resep obat. Namun isinya, masih merupakan misteri.


Manuskrip Voynich - Usaha memecahkan misteri
Pada tahun 1921, seorang profesor filsafat dari Universitas Pennsylvania bernama Willaim R Newbold mengklaim bahwa di setiap karakter yang terdapat di dalam manuskrip Voynich ada goresan pena yang sangat halus yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar dan membentuk huruf-huruf Yunani kuno.

Berdasarkan asumsi ini, Newbold menyimpulkan bahwa Manuskrip ini berisi mengenai penemuan-penemuan sains dan ditulis pada abad ke-13 oleh ilmuwan dan filsuf Roger Bacon. Satu dekade kemudian, kesimpulan Newbold dibantah oleh para peneliti lainnya dengan mengatakan bahwa goresan halus tersebut hanyalah pecahan alami dari tinta yang digunakan untuk menulis.

Usaha Newbold hanyalah sebuah permulaan dari usaha panjang untuk memecahkan misteri ini.

Pada tahun 1940an, pemecah kode amatir bernama Joseph M Feely dan Leonell C Strong menggunakan huruf-huruf Roma yang bisa disubtitusikan ke karakter Voynich. Dari hasil penelitiannya, Strong menyimpulkan bahwa manuskrip ini dibuat oleh penulis Inggris dari abad 16 bernama Anthony Ascham yang salah satu karyanya berjudul "A Little Herbal" diterbitkan tahun 1550.

Walaupun manuskrip tersebut memiliki kemiripan isi dengan "A Little Herbal", namun para peneliti tidak bisa melacak bagaimana Anthony Ascham bisa mendapatkan pengetahuan mengenai kryptografi. Kesimpulan Strong akhirnya diabaikan oleh peneliti lainnya.

Pada tahun 1945, Misteri ini diserahkan ke tangan para ahli pemecah kode yang berhasil memecahkan kode tentara jepang pada perang dunia II. Tim pemecah kode ini belum pernah gagal memecahkan kode apapun yang disodorkan. Namun mereka juga gagal menyingkap misteri manuskrip Voynich.

Pada tahun 1978, seorang ahli bahasa bernama John Stojko mengklaim bahwa teks yang terdapat dalam manuskrip Voynich sesungguhnya ditulis dalam bahasa Ukrainia dengan seluruh huruf hidupnya dihilangkan. Namun dengan metode ini, terjemahan yang dihasilkan sepertinya tidak masuk akal. Seperti satu kalimat yang berbunyi : "Emptiness is that what Baby God's Eye is fighting for" sama sekali tidak sesuai dengan ilustrasi yang ada pada halamannya.

Pada tahun 1987, seorang ahli fisika bernama Leo Levitov menyatakan bahwa manuskrip tersebut dihasilkan oleh kaum Cathar, sebuah sekte yang dianggap sesat pada abad pertengahan di Perancis. Menurut Levitov, huruf yang digunakan adalah campuran dari berbagai bahasa, yaitu Belanda, Jerman dan Perancis kuno. Walaupun sepertinya masuk akal, namun hasil terjemahan yang dihasilkan Levitov tidak juga menjadi masuk akal jika dibandingkan dengan sejarah ataupun teologi kaum Cathar.

Manuskrip Voynich - Hoax
Setelah menjalani puluhan tahun penelitian, ada satu teori yang saat ini dianggap paling masuk akal, yaitu bahwa manuskrip Voynich hanyalah sebuah hoax atau rekayasa.

Klaim ini pada awalnya datang dari seorang psikolog dan dosen ilmu komputer dari universitas Keele di Inggris yang bernama Gordon Rugg. Ia mempublikasikan penemuannya pada jurnal cryptologia pada tahun 2004.

Selama tiga bulan, Rugg, meneliti manuskrip misterius tersebut tanpa hasil hingga ia sampai pada kesimpulan bahwa manuskrip tersebut hanyalah sebuah hoax. Kesimpulan ini membuat para Voynichologist terkesan. Mereka yang selama bertahun-tahun mencoba memecahkan misteri manuskrip ini tanpa hasil tiba-tiba merasa bahwa ini adalah jawaban yang masuk akal.

Rugg sampai pada kesimpulan ini setelah melihat struktur bahasa yang aneh pada manuskrip ini. Misalnya pada folio 78R, dengan menggunakan model pemecahan versi Rugg, akan terbaca : qokedy qokedy dal qokedy qokedy.

Kata qokedy diulang hingga empat kali dalam sebuah kalimat pendek. Pengulangan seperti ini merupakan hal yang tidak pernah ditemukan dalam bahasa manusia. Terlalu aneh, jadi pastilah manuskrip ini hanyalah sebuah hoax, demikian kesimpulan Rugg. Kesimpulan ini memang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh peneliti lain.

Kemudian Rugg mulai mencari pemecahan lebih lanjut berdasarkan atas asumsi hoax. Ia kemudian bertanya pada dirinya sendiri. Jika saya tinggal di abad 16 dan ingin membuat sebuah buku yang misterius namun tidak terpecahkan, bagaimanakah cara yang paling murah dan gampang ?

Ia lalu menemukan sebuah peralatan yang disebut Cardan Grille yang pertama kali dideskripsikan pada tahun 1550 oleh Girolamo Cardano. Menurut Rugg, apabila menggunakan alat itu, seseorang yang cukup cerdas dapat menulis satu halaman manuskrip Voynich dalam satu atau dua jam yang berarti dapat menyelesaikan satu buku dalam waktu tiga atau empat bulan termasuk ilustrasi-ilustrasinya.

Rugg bahkan berani menyimpulkan bahwa manuskrip ini dibuat oleh seorang alchemist Inggris bernama Edward Kelley.

Lalu pertanyaannya, jika manuskrip ini hanyalah sebuah rekayasa, mengapa seseorang mau bersusah payah membuatnya ? Rugg punya jawabannya, yaitu uang.

Menurut catatan sejarah, Raja Roma, Rudolph II yang diperlihatkan manuskrip tersebut pertama kali begitu tertarik dengan keindahan buku tersebut sehingga memutuskan untuk membelinya seharga 600 Dukat Emas, atau sekitar $50.000 zaman sekarang. Jumlah uang yang cukup besar bagi sang perekayasa.

Pada tahun 2007, hipotesis Rugg didukung oleh dua kriptolog terkenal bernama Andreas Schinner dan Claude Martin.

Manuskrip Voynich - Sekarang
Walaupun kesimpulan Rugg cukup masuk akal, namun argumennya tidak begitu saja diterima oleh Voynichologist lainnya. Menurut mereka, bisa saja manuskrip tersebut dibuat untuk menyimpan pesan rahasia dalam kalimat-kalimat yang tidak teratur. Rugg tidak membantah kemungkinan ini.

Pada tahun 1961, manuskrip Voynich dibeli oleh H.P Kraus senilai $24.500. Manuskrip itu kemudian didonasikan ke universitas Yale pada tahun 1969 dan disimpan dengan rapi di perpustakaan Yale hingga saat ini.
Sedangkan dalam Vivanews pada tahun 2011 diberitakan bahwa manuskrip tersebut berhasil dipecahkan. Berikut lansirannya.

VIVAnews - Ditulis dalam huruf asing dengan sedikit sketsa sebagai ilustrasi, membuat rahasia Manuskrip Voynich terjaga selama ratusan tahun. Manuskrip ini telah membingungkan sejarawan, kriptografer, dan bibliophiles selama berabad-abad.

Namun sekarang, akhirnya misteri itu telah berakhir. Menurut seorang pengusaha asal Finlandia, Viekko Latvala, dirinya telah berhasil menerjemahkan manuskrip yang diklaim dari 'Nabi Tuhan' itu. Latvala mengklaim telah memecahkan kode dan rahasia manuskrip yang diklaim paling misterius di dunia tersebut.

Rekan kerja Latvala, Ari Ketola, sebagaimana dikutip lamanfoxnews.com, menggambarkan betapa sulitnya penerjemahan karakter misterius itu. "Buku ini adalah karya hidup dan publikasi ilmiah tentang obat yang akan masih berguna hari ini," kata Ketola.

"Penulisnya adalah seorang ilmuwan tanaman, astrologi, farmasi, dan astronomi. Buku ini berisi ramalan beberapa dekade dan ratusan tahun ke depan dari waktu buku ini dibuat."

Dengan kata lain, Manuskrip Voynich --yang saat ini dimiliki Perpustakaan Manuskrip dan Buku Langka Beincke Universitas Yale di New Haven-- adalah sebuah buku herbalogi, dimana sang penulis melacak tanaman-tanaman dan menggunakannya untuk tujuan obat-obatan.

Latvala memberikan terjemahan dari tanaman 16152 yang saat ini bisa ditemukan di Ethiopia:

"Nama bunga ini adalah Heart of Fire. Bunga ini bisa membuat kulit indah bila dibuat sebagai salep. Minyak ditekan dari tunas. Salep ini digunakan untuk kulit keriput. Apakah cocok untuk ginjal dan kepala, sebagai bunga antibiotik untuk mencegah radang. Tinggi tanaman 10 sentimeter. Tanaman ini tumbuh pada daerah kering dan panas. Tanaman ini berwarna hijau terang."
Manuskrip Voynich

Lantas, bagaimana Latvala bisa menerjemahkan manuskrip yang paling misterius di muka bumi tersebut?

"Mr. Latvala mengatakan tak ada satu pun 'manusia normal' yang bisa memecahkan kode itu, sebab tidak ada kode atau metode yang bisa digunakan untuk membaca teks ini. Ini bahasa nabi," kata Ketola.

"Tipe orang yang bisa membaca teks seperti ini sangat jarang ditemukan di muka bumi. Belum tentu mereka muncul ke muka bumi dalam satu milinium... dan Mr. Veikko Latvala telah diberi kelebihan selama 20 tahun terakhir."

Namun, sejumlah kriptografer menolak mengomentari klaim yang dikeluarkan Latvala ini. baik memberikan validasi atau menolak klaim itu. Yang jelas, Ketola menolak untuk menunjukkan metode dalam memecahkan rahasia manusrip ini.

"Bahasa buku ini cukup rumit," kata Ketola. "Suku kata vokal merupakan campuran dari Spanyol dan Italia, juga dicampur dengan bahasa penulis manuskrip. Bahasa penulis manuskrip sendiri adalah bahasa Babilon langka yang diucapkan di daerah Asia kecil."

Ketola menduga, penulis naskah Voynich tidak tahu bagaimana menulis dalam bahasa lain. Jadi dia harus menciptakan alfabet sendiri dan kosa kata. "Orang ini tidak bisa menulis bahasa apapun sehingga ia harus menemukan tulisan yang bisa dia baca atau diucapkannya sendiri," katanya.

Sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/269422-misteri--manuskrip-nabi--                   berhasil-dipecahkan
              http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/11/misteri-manuskrip-voynich-                               terpecahkan.html

Rabu, 30 Juli 2014

Teka Teki Harta Karun Bajak Laut Oliver Levasseur



Kita sering mendengar mengenai legenda bajak laut dan harta karunnya yang tersembunyi. Tapi mungkin banyak yang belum pernah mendengar bahwa ada harta bajak laut yang dihubungkan dengan perkumpulan freemason. Ini adalah kisah bajak laut bermata satu, Olivier Levasseur.

Olivier Levasseur lahir di Calais, Perancis, sekitar tahun 1688 - 1690. Nama aliasnya adalah Le Buse atau La Bouche (elang). Julukan ini diperolehnya karena kecepatannya dalam menyerang musuh. Kita mungkin mengira bahwa bajak laut adalah mereka yang berasal dari kaum berandalan, namun tidak demikian dengan Levasseur. Ia lahir dari kalangan borjuis dan berada. Ia bahkan pernah mendapatkan pendidikan yang baik hingga akhirnya menjadi anggota pasukan angkatan laut Perancis.

Petualangannya dimulai ketika terjadi perang Spanish Succession tahun 1701-1714. Levasseur ditugaskan untuk bertempur di dalam perang ini. Ketika perang berakhir, ia dipanggil pulang oleh pemerintah Perancis. Namun ia menolak dan malah bergabung dengan bajak laut Benjamin Hornigold tahun 1716. Akibat perang yang dijalaninya, Olivier membawa sebuah bekas luka di dekat matanya yang membuat pandangannya menjadi lebih terbatas.

Setelah satu tahun melakukan berbagai pembajakan, perkumpulan Hornigold terpecah. Olivier berpisah dan mencoba peruntungannya di pantai barat Afrika. Pada tahun 1719, ia bekerja sama dengan bajak laut Howell Davis dan Thomas Cocklyn.

Pada tahun 1720, mereka menyerang pelabuhan Ouidah di pantai benin dan berhasil menghancurkan benteng-benteng disana. Pada tahun yang sama ia mengalami karam kapal di laut merah dan terdampar di pulau Anjouan, salah satu pulau di Comoro. Saat itu, satu matanya sudah benar-benar menjadi buta dan ia memutuskan untuk memakai penutup mata.

Pada tahun 1721, ia membangun markasnya di pulau Saint Mary, di dekat pantai Madagaskar. Bersama John Taylor dan Edward England, mereka berhasil melakukan beberapa pembajakan yang berhasil. Hasil pertama mereka adalah saat mereka berhasil membajak kapal Laccadives dan berhasil mendapatkan harta senilai 75.000 pound (sekitar 10,35 juta pound saat ini).

Kemudian, kesuksesan mereka yang terbesar datang ketika mereka berhasil menaklukkan kapal portugis Nossa Senhora do Cabo (The Virgin of the Cape) yang penuh dengan harta milik uskup Goa yang juga ada di atas kapal. Harta yang didapat antara lain batangan emas dan perak, lusinan kotak penuh dengan koin golden guineas, berlian, mutiara, batu rubi, sutra dan objek-objek religius dari katedral Saint Catarina di Goa, termasuk Flaming Cross of Goa yang terbuat dari emas murni. Total harta ini diperkirakan bernilai 100 juta poundsterling pada tahun 1968.

Namun petualangan Levasseur berakhir ketika ia ditangkap dan digantung pada tanggal 7 Juli 1730 di pulau Bourbon. Dan dari sinilah legenda mengenai harta yang hilang mulai berkembang.

Legenda mengatakan bahwa ketika ia berdiri di tiang gantungan dengan sepotong kain hitam menutupi matanya, ia mengenakan sebuah kalung yang berisi 17 baris pesan rahasia. Ia melemparkannya ke tengah kerumunan massa yang menyaksikannya dan berteriak,"Temukan hartaku bagi kalian yang bisa mengartikannya!"

Kisah mengenai kalung misterius dan harta ini menghilang selama beberapa abad dari publik hingga tahun 1923. Pada saat itu, seorang wanita bernama Mrs. Rose Savoy yang sedang berjalan-jalan menemukan beberapa ukiran di bebatuan di pantai Bel Ombre dekat Beau Vallon di pulau Mahe, Seychelles.

Selama ini ukiran tersebut tersembunyi dari pandangan akibat air pasang. Namun karena kondisi air yang surut tahun itu, ukiran itu mulai terlihat dan menunjukkan bentuk anjing, ular, kura-kura, kuda, lalat, dua gambar hati yang bersatu, sebuah lubang kunci, mata, kotak, tubuh seorang wanita dan kepala seorang pria.

Seorang notaris yang tinggal di Victoria yang mendengar berita ini percaya bahwa ukiran ini pastilah dibuat oleh para bajak laut. Ia lalu mencari ke dalam arsip-arsip tuanya dan menemukan dua dokumen yang mungkin memiliki hubungan dengan ukiran tersebut. Dokumen pertama adalah sebuah peta pantai Bel Ombre yang terbit tahun 1735 di Lisabon. Dalam peta tersebut tertulis : "Pemilik tanah..La Buse." La Buse adalah nama lain Levasseur.

Dokumen kedua adalah wasiat terakhir dari bajak laut Bernardin Nageon de L'Estang alias Le Butin (penyair) yang meninggal 70 tahun setelah Levasseur yang dengan suatu cara berhasil memiliki harta Levasseur. Dalam wasiat ini tetulis 3 baris Kriptogram dan dua surat.

Salah satu surat tersebut ditujukan untuk keponakannya :

"Aku kehilangan banyak dokumen selama karam kapal. Aku telah berhasil mengumpulkan kembali sejumlah harta yang disembunyikan; Namun masih ada empat lagi yang tertinggal. Kamu bisa menemukannya dengan kunci dan kombinasi dan dengan dokumen lainnya."

Lalu, surat lain yang ditujukan untuk kakak laki-lakinya berbunyi :

"Kapten kami terluka. Ia berusaha memastikan bahwa aku adalah benar seorang freemason. Setelah yakin, ia mempercayakan kepadaku dokumen-dokumen dan rahasianya kepadaku. Berjanjilah bahwa anak tertuamu akan mencari harta tersebut dan memenuhi mimpiku membangun kembali rumah kita. Komandan akan menyerahkan dokumen-dokumen tersebut. Jumlahnya ada tiga."

Surat ini pertama kalinya menunjukkan adanya kemungkinan keterkaitan antara perkumpulan freemason dengan harta Levasseur.

Notaris itu kemudian menghubungi Mrs. Savoy dan bersama-sama mereka melakukan penggalian di batu yang ditemukan Mrs.Savoy. Dibawah batu yang memiliki ukiran mata, mereka menemukan dua peti mati yang berisi dua kerangka beserta satu kerangka tanpa peti mati. Tiga kerangka tersebut dipercaya sebagai bajak laut karena cincin emas yang ada pada telinga kiri masing-masing. Tapi tidak ada harta yang ditemukan.

Pada tahun 1947, seorang Inggris bernama Reginald Cruise Wilkins, tetangga Mrs.Savoy mulai mempelajari dokumen-dokumen tersebut. Ia mulai dari tiga kriptogram dan dua surat yang ditemukan dan menemukan bahwa alphabet misterius tersebut memiiki hubungan dengan simbol masonik.

Wilkins juga menemukan bahwa kriptogram tersebut memiliki hubungan dengan Zodiak, buku clavicles of Solomon dan Dua belas tugas Herkules. Buku Clavicles of Solomon adalah sebuah buku yang berasal dari abad pertengahan yang berisi mistik masa reinassance. Sedangkan dua belas tugas Herkules adalah mitos dari Yunani mengenai dua belas tugas yang harus diselesaikan oleh Herkules.

Dalam usahanya yang panjang dan melelahkan, Wilkins berhasil memecahkan sebagian isi kriptogram tersebut. Ia menemukan petunjuk bahwa harta tersebut berada di sebuah ruang rahasia di dalam tanah. Ruangan itu dilindungi oleh air pasang yang membutuhkan bendungan untuk menahannya dan harus didekati dari sebelah utara. Akses ke dalamnya harus dilakukan lewat tangga batu dan terowongan yang menuju ke bawah pantai.

Wilikins melakukan beberapa penggalian di pulau Mahe. Di dalam sebuah gua, ia menemukan beberapa pistol kuno, beberapa koin dan peti mati bajak laut. Namun Ia tidak menemukan harta karun. Setiap penggalian yang dilakukannya, selalu merujuk kepada petunjuk berikutnya. Mengenai hubungan harta tersebut dengan freemasonry juga masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Setelah mencari selama 27 tahun, Wilkins mulai kehabisan dana. Para investor yang tidak sabar mulai menolak mensponsorinya. Lagipula kesehatannya semakin menurun. Namun Wilkins percaya bahwa ia sudah sangat mendekati lokasi harta tersebut. Sayang, pada tanggal 3 Mei 1977 Wilkins meninggal dunia tanpa berhasil memecahkan potongan terakhir kode rahasia tersebut. Saat ini anaknya, John, yang berprofesi sebagai guru sejarah, meneruskan usahanya untuk menemukan harta tersebut.

"Temukan hartaku, bagi kalian yang bisa mengartikannya!" Dan suara tawa Levasseur terdengar menggema dari dalam kuburannya.


Notes :

Kuburan Olivier Levasseur saat ini berada di pulau Reunion, wilayah Perancis yang terletak di laut Hindia, sebelah selatan Madagaskar. Sedangkan Seychelles tempat harta itu berada adalah sebuah negara kepulauan yang kecil di Samudera Hindia, Timur Laut Madagaskar. Negara ini diapit oleh Mauritius, pulau Reunion, Komoro, Mayotte dan Maladewa. Luasnya sekitar 455 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 80.000 jiwa.

Sumber : http://www.teruniknya.com/2013/05/teka-teki-harta-karun-bajak-laut-oliver.html

Misteri Naskah Kuno Ripley




Ini adalah merupakan karya buku paling penting dari Sir George Ripley, seorang bangsawan Inggris yang terkenal dan juga berpengaruh dan dianggap sebagai seorang Alkemis Inggris abad ke-15. Kehidupan Ripley sama misteriusnya dengan warisannya yang berupa tulisan alkemi yang mistis serta ilustrasi yang terdapat didalamnya, namun ia diduga belajar di Roma dan menjadi agen kepausan dan mempunyai hubungan dengan The Knight of St John dari Yerusalem yang lebih dikenal sebagai Knight Hospitaller.

Selanjutnya Ripley kembali ke Inggris dimana ia menghasilkan sebagian besar karya-karyanya terutama dibidang alkemi. Sangat menarik untuk dicatat bahwa Paus pada tahun 1317 telah membuat larangan study dan penerbitan teks alkemi dan khususnya melarang para biarawan untuk mengajar subjek ini, tapi 100 tahun berselang Ripley yang merupakan kesayangan dari Paus Innosensius VIII telah mengabdikan hidupnya untuk mengejar ilmu ini.

Ripley Scroll banyak ditafsirkan secara berbeda oleh banyak orang namun tetap saja menjadi misteri. Kebanyakan para ahli mempercayai bahwa scroll tersebut berisi "Resep" untuk keabadian. Namun ada yang percaya bahwa para peneliti tersebut telah melewatkan beberapa bukti penting.

Ini adalah isi dari Ripley's Scroll :

You must make Water of the Earth, and Earth of the Air, and Air of the Fire, and Fire of the Earth.
The Black Sea. The Black Luna. The Black Sol.



Here is the last of the White Stone and the begining of the Red. 

Of the son take the light
The Red gum that is so bright
And of the Moon do also
The which gum they both trowe
The philosophers Sulphur vive
This I call it without strife
Kybright and Kebright it is called also
And other names many more
Of them drawe out a tincture
And make of them a marriage pure
Between the husband and the wife 
Espowsed with the water of life
But of this water thou must beware
Or else thy work will be full bare
He must be made of his own kind
Mark thou now in thy mind
Acetome of philosophers men call this
A water abiding so it is
The maidens milk of the dew
That all the work doth renew
The Serpent of life it is called also
And other names many more
The which causeth generation
Betwixt the man and the woman
But looke thou no division 
Be there in the conjunction
Of the moon and of sun
After the marriage be begun
And all the while they be a wedding
Give to them their drinking
Acetome that is good and fine
Better to them then any wine
Now when this marriage is done
Philosophers call it a stone
The which hath a great nature
To bring a stone that is so pure
So he have kindly nourishment
Perfect heat and decoction
But in the matrix when they be put
Let never the glasse be unshut
Till they have ingendred a stone
In the world there not such a one



The Red Lune. The Spirit of Water. Red Sol. The Red Sea.

On the ground there is a hill
Also a serpent within a well
His tail is long with wings wide
All ready to flee by every side
Repair the well fast about
That thy serpent pass not out
For if that he be there a gone
Thou lose the virtue of the stone
Where is the ground you must know here
And the well that is so clear
And what is the dragon with the tail
Or else the work shall little avail
The well must run in water clear
Take good heed for this your fire
The fire with water bright shall be burnt 
And water with fire washed shall be
The earth on fire shall be put
And water with air shall be knit
Thus ye shall go to purification
And bring the serpent to redemption
First he shall be black as a crow
And down in his den shall lie full low
Swelling as a toad that lieth on the ground
Burst with bladders sitting so round
They shall to burst and lie full plain
And this with craft the serpent is slain
He shall shine colors here many a one
And turn as white as whale's bone
With the water that he was in
Wash him clear from his sin
And let him drink a little and a light
And that shall make him fair and white
The which whiteness be abiding
Lo here is a very full finishing 
Of the white stone and the red
Lo here is the very true deed.


The Red Lion. The Green Lion. The Mouth of Choleric beware.

 

Here is the last of the Red, and the beginning to put away the dead. The Elixir Vitae.

Take the father that Phoebus so high
That sit so high in majesty
With his beams that shines so bright
In all places wherever that he be
For he is father to all things
Maintainer of life to crop and root
And causeth nature for to spring
With the wife beginneth soothe
For he is salve to every sore
To bring about this prosperous work
Take good heed unto this lore
I say unto learned and unto clerk
And Homogenie is my name
Which God made with his own hand
And Magnesia is my dame
You shall verily understand.
Now I shall here begin
For to teach thee a ready way
Or else little shall thou win
Take good heed what I do say
Divide thou Phoebus in many parts
With his beams that be so bright
And this with nature him convert
The which is mirror of all light
This Phoebus hath full many a name
Which that is full hard to know
And but thou take the very same
The philosophers stone ye shall not know
Therefore I counsel ere ye begin
Know it well what it should be
And that is thick make it thin
For then it shall full well like thee
Now understand what I mean
And take good heed thereto
Our work else shall little be seen
And turn thee to much woe
As I have said this our lore
Many a name I wish he hath
Some behind and some before
As philosophers doth him give


In the sea without lees
Standeth the bird of Hermes
Eating his wings variable
And maketh himself yet full stable
When all his feathers be from him gone
He standeth still here as a stone
Here is now both white and red
And all so the stone to quicken the dead
All and some without fable
Both hard and soft and malleable
Understand now well and right
And thank you God of this sight


The bird of Hermes is my name eating my wings to make me tame.

The Red Sea. The Red Sol. The Red Elixir Vitae.
Red Stone. White Stone. Elixir Vitae. Luna in Crescent.




I shall you tell with plain declaration
Where, how, and what is my generation
Omogeni is my Father
And Magnesia is my Mother
And Azot truly is my Sister
And Kibrick forsooth is my Brother
The Serpent of Arabia is my name
The which is leader of all this game
That sometime was both wood and wild
And now I am both meek and mild
The Sun and the Moon with their might
Have chastised me that was so light
My wings that me brought
Hither and thither where I thought
Now with their might they down me pull,
And bring me where they will
The Blood of mine heart I wish
Now causeth both joy and blisse
And dissolveth the very Stone
And knitteth him ere he have done
Now maketh hard that was lix
And causeth him to be fix
Of my blood and water I wish
Plenty in all the World there is
It runneth in every place
Who it findeth he hath grace
In the World it runneth over all
And goeth round as a ball
But thou understand well this
Of the worke thou shalt miss
Therefore know ere thou begin
What he is and all his kin
Many a name he hath full sure
And all is but one Nature
Thou must part him in three
And then knit him as the Trinity
And make them all but one
Lo here is the Philosophers Stone



Sumber : http://www.anehdidunia.com/2013/10/misteri-buku-manuscript-dunia.html
               http://www.levity.com/alchemy/rscroll.html

Bagi yang ingin mengirimkan tulisan ke blog ini silakan kirim e-mail ke misteritekateki@gmail.com