Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 29 Juni 2014

Antikythera Mechanism


http://apod.nasa.gov/apod/image/0612/antikythera_wikipedia_big.jpg

Para ilmuwan yang berasal dari Universitas Cardiff, telah memimpin sebuah team tingkat dunia di dalam meneliti rahasia yang terdapat pada sebuah kalkulator astronomi pra sejarah berumur dua ribu tahun.

Dr. Tony Freeth dari Universitas Matematika dan Prof. Mike Edmunds dari Universitas Fisika Astronomi yang pertama kali mengetahui "Antikythera Mechanism", yakni kalkulator astronomi pada abad kedua sebelum masehi. Sekarang mereka percaya telah menemukan rahasia misteri, mengenai bagaimana hal ini bekerja.

Para penyelam yang mengeksplorasi sebuah kapal karam di pulau Antikythera yang tenggelam pada abad ke-20, telah membawa potongan kayu patah dan kotak perunggu yang berisi tuas-tuas penggerak.

Sejak saat itu, para ilmuwan berusaha merekonstruksinya kembali. Setiap peneliti saling berlomba untuk memaparkan teori yang lebih baik dari penjelasan peneliti sebelumnya tentang penemuan pra sejarah ini.

http://www.age-of-the-sage.org/archaeology/antikythera_mechanism_remains.jpg

Penelitian yang mendetail dari mekanisme tuas menunjukkan, bahwa alat tersebut mampu melakukan penghitungan astronomi secara luar biasa tepatnya. Kalkulator ini mampu melacak jejak bulan dan matahari pada rasi bintang, penghitungan gerhana secara tepat, pergerakan orbit bulan yang tidak umum, serta posisi planet.

Hal tersebut menunjukkan, bahwa teknologi Yunani kuno telah maju–jauh melampaui perkiraan. Tidak ada peradaban yang mampu menciptakan suatu benda yang begitu rumit semacam ini dalam ribuan tahun yang lalu.

Professor Edmund berkata,“Alat ini luar biasa, hanya satu-satunya. Disainnya indah, perhitungan astronominya juga luar biasa tepat. Siapapun bisa ternganga bila menyaksikannya, alat ini telah diciptakan dengan penuh ketelitian.”

Tim peneliti terdiri dari ilmuwan dari Universitas Cardiff, ilmuwan museum Arkeologi Athena, dan Universitas Athena serta Thessaloniki, didukung dana dari Leverhulma Trust.

http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/42325000/jpg/_42325395_back_gears203250.jpg

Para peneliti telah sangat dibantu oleh Hertfordshire X-Tex yang telah mengembangkan teknologi komputer X Ray yang sangat hebat untuk membantu mempelajari fragmen dari mesin tersebut.

Komputer raksasa Hewlett-Packard juga ikut membantu menyediakan teknologi pencitraan untuk menampilkan permukaan mesin secara detail. Mekanisme alat ini tersusun kembali dari 70 bagian, dan secara tepat dipasang seperti kondisi awalnya.

Menyusun ulang alat ini sangatlah sulit, sebuah proses yang menguras tenaga puluhan kalangan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, yaitu astronom, ahli matematika, ahli komputer, analis, serta ahli konservasi.

Setelah memperkenalkan alat ini pada konfrensi internasional 2 hari di Athena dan jurnal Nature, para peneliti berharap untuk menciptakan model komputer tentang bagaimana mesin ini bekerja, dan replikanya yang dapat bekerja seperti aslinya.

http://www.crystalinks.com/antikythera708.jpg

Para peneliti masih tidak dapat memastikan, sejauh apa teknologi Antikythera Mechanism, kalkulator astronomi pra sejarah ini, berkembang luas di Yunani kuno pada masa itu.

Professor Edmund berkata, “Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi saya, apa lagi yang mereka ciptakan saat itu? Dalam konteks historis, saya dapat mengatakan : alat ini jauh lebih bernilai daripada lukisan Monalisa.


Dengan demikian, dari beberapa penemuan arkeologi yang ada saat ini, dapat dinilai satu per satu, bahwasannya dulu pada zaman pra sejarah, teknologi dan peradabannya, memiliki tingkatan yang tinggi yang tidak kalah hebatnya dengan masa kini, bahkan bisa jadi lebih tinggi lagi dari yang diperkirakan


Sumber : http://siradel.blogspot.com/2010/10/antikythera-mechanism-kalkulator.html#ixzz362ZF8msr

Petunjuk Baru Misteri Taman Shud


Hari itu, 1 Desember 1948, jarum jam menunjuk ke pukul 06.30 waktu setempat, seorang pria berpakaian necis dan rapi ditemukan terbaring tak bernyawa di dinding laut Pantai Somerton, Adelaide, Australia. 

Tak ada kartu dan tanda yang menunjuk ke identitasnya, hanya rokok yang baru separuh diisap di kantongnya, sejumlah benda lain, dan yang paling menonjol, kertas yang dipilin kencang yang berada di saku tersembunyi di celananya. Kertas itu bertuliskan "Taman Shud" -- yang dalam Bahasa Persia berarti "tamat". 

Kertas itu ternyata adalah sobekan terakhir dari buku puisi Persia "Rubaiyat". Namun mengapa ia disembunyikan dan apa maksudnya, hingga kini belum terpecahkan.

Kasus Taman Shud atau juga dikenal dengan Misteri Pria Somerton menjadi kasus paling terkemuka di masa itu. Membangkitkan beragam spekulasi tentang identitas pria itu juga penyebab kematiannya. 

Kasus tersebut juga membingungkan para detektif, para penyelidik amatir, dan pemecah kode selama 65 tahun.  Jadi kasus paling membingungkan! Dan baru-baru ini, petunjuk baru muncul.

Seorang ahli teknik dari Adelaide University, Profesor Derek Abbott yang telah menginvestigasi kasus tersebut selama 20 tahun yakin benar, ia telah menguak misteri itu. 

"Selama ini yang kita publikasikan adalah foto otopsi. Dan sulit untuk mencari pembandingnya, meski kita pernah melihat orang itu," kata dia seperti dimuat News.com.au, Selasa (16/7/2013). 

looked likeHal tersebut tak disadari Profesor Abbot hingga suatu hari ia melihat di internet dan terpaku pada foto otopsi Marilyn Monroe. 

"Jika seseorang hanya memperlihatkan foto itu padaku dan tak menyebut, itu adalah Marilyn Monroe, aku tak bakal menyangka itu dia," tambah dia. 

Dari foto otopsi, Profesor Abbot membuat versi artistik dari gambaran pria itu. Dengan memperhitungkan distorsi setelah proses post-mortem, serta dilengkapi deskripsi eksternal seperti warna mata.

"Ada pekerjaan menebak-nebak seperti dalam rekonstruksi wajah, seperti yang terjadi dalam pengungkapan kejahatan saat seseorang merekonstruksi seseorang berdasarkan ciri-cirinya," kata dia. Atau dalam versi singkat, mirip ketika polisi membuat sketsa buronan dari keterangan para saksi. 

Kasus "Taman Shud" selama 65 tahun ini telah membangkitkan banyak teori konspirasi bahwa pria itu adalah mata-mata di masa Perang Dingin. Apalagi, uji koroner mengindikasikan ia tewas diracun. 

Berulang kali permintaan muncul yang dialamatkan pada Jaksa Agung South Australia, John Rau agar jasad misterius itu diangkat dari kubur dan menjalani uji DNA. Namun permintaan bertubi itu ditepis -- meski saat ini petisi di Change.org terus mengumpulkan dukungan, dengan alasan rasa ingin tahu publik yang besar menjadi pembenaran. (Ein/Yus)

(Ein)
Sumber : http://news.liputan6.com/read/640703/petunjuk-baru-misteri-kasus-teraneh-di-australia-taman-shud#sthash.h9j4wE51.dpuf

Rabu, 09 April 2014

Misteri Pendaratan Ufo dan Alien di Zimbabwe

Pada tanggal 14 September 1994, sebuah UFO terlihat membelah langit Afrika. Dua hari kemudian, sesuatu mendarat di halaman sebuah sekolah di Ruwa, Zimbabwe.


Dari dalam benda misterius tersebut, keluar sesosok makhluk aneh yang belum pernah terlihat sebelumnya. Penampakan ini disaksikan oleh 62 pelajar yang saat itu sedang bermain di lapangan sekolah. 


Hari itu tanggal 16 September 1994. 


Sekitar 20 kilometer dari kota Harare, tepatnya di kota Ruwa, sekumpulan pelajar sekolah yang sedang bermain akan segera mengalami sesuatu yang luar biasa. 


Saat itu pukul 10:15 pagi. Para guru di sekolah dasar Ariel sedang mengikuti rapat. Jadi, para murid dibiarkan bermain tanpa pengawasan. Satu-satunya orang dewasa yang ada di sekolah itu adalah seorang ibu yang sedang berjualan di kantin sekolah. 

Sekolah Ariel, Ruwa, Zimbabwe

Jadi, sebagian murid pergi ke lapangan dan bermain bola kaki. Sekolah Ariel sendiri memiliki murid dari berbagai etnis dan latar belakang.

Setelah bermain selama beberapa lama, tiba-tiba beberapa diantara mereka menunjuk ke atas dengan ekspresi kaget. Anak-anak lainnya segera menoleh ke langit.

Terlihatlah tiga buah objek bulat aneh berwarna perak terbang melintasi sekolah. Beberapa detik kemudian, diiringi cahaya yang terang benderang, tiga objek itu menghilang untuk kemudian muncul di tempat lain. Proses ini terjadi beberapa kali hingga gerakannya mulai melambat.

Lalu, salah satu diantaranya mulai menurunkan ketinggian dan mendarat di bagian tanah yang penuh dengan pohon dan semak sekitar 100 meter dari lapangan tempat anak-anak bermain.

Saat itu ada 62 pelajar berusia antara 6 -12 tahun yang menyaksikan pemandangan ini secara langsung.

Tidak lama kemudian, sesosok pria kecil dengan tinggi sekitar 1 meter, muncul di bagian atas objek tersebut. Lalu, ia turun dan berjalan dengan cara yang aneh.

Menurut kesaksian yang diceritakan oleh anak-anak itu, pria kecil itu memakai pakaian berwarna hitam ketat yang terlihat bersinar. Wajahnya pucat dan rambutnya berwarna hitam panjang hingga sebahu (Kesaksian lain menyebutkan kalau makhluk ini tidak berambut). Pria kecil itu juga memiliki leher yang agak panjang dengan mata yang besar dan bulat.

Menyaksikan pemandangan yang luar biasa itu, anak-anak yang lebih kecil segera menangis ketakutan. Mereka mengira iblis telah datang untuk memakan mereka. Di kebudayaan Zimbabwe memang ada legenda mengenai Tokoloshis, iblis yang suka memakan anak kecil.

Salah seorang anak kemudian berlari ke kantin sekolah sambil berteriak minta tolong. Namun, ibu penjaga menolak untuk meninggalkan kantinnya karena kuatir barang jualannya akan dicuri oleh anak-anak lainnya. 
http://anehdidunia.blogspot.com

Ketika menyaksikan sekumpulan pelajar yang terbengong-bengong itu, pria kecil itu sepertinya mulai ragu-ragu, lalu berjalan menjauh dan menghilang. Kemudian, sesosok pria kecil lainnya, entahkah pria yang sama atau yang berbeda, muncul di bagian belakang objek tersebut.

Beberapa saat kemudian, pria kecil itu tidak terlihat lagi dan objek itu segera terbang dan menghilang di langit. Peristiwa penampakan ini berlangsung sekitar 15 menit dan membuat anak-anak sekolah itu mengalami shock.

Berita mengenai adanya pendaratan UFO dan makhluk alien di dekat sekolah Ariel segera membuat para peneliti UFO berdatangan ke lokasi tersebut. Mereka mewawancarai anak-anak tersebut dan meminta mereka untuk mengingat kembali peristiwa misterius tersebut.

"Awalnya, aku mengira kalau ia adalah tukang kebun," Kata salah seorang anak kelas empat."Lalu aku menyadari kalau makhluk itu adalah alien."

Anak itu juga mengatakan kalau makhluk itu memiliki mata yang sangat besar, seukuran bola rugby. Mengenai cara berjalannya, ia mengatakan kalau makhluk itu "Memantul seperti sedang berada di bulan, walaupun tidak sama persis."

Walaupun diliputi ketakutan, beberapa anak terlihat sangat tertarik dengan sosok misterius tersebut.

Isabella, 10 tahun, berkata: "Ia hanya menatap kami. Ia terlihat menakutkan. kami berusaha untuk tidak menatapnya. Namun mata dan hatiku seperti terbawa olehnya."

Menariknya, Isabella dan anak-anak lain percaya kalau makhluk itu telah melakukan komunikasi lewat pandangan matanya dan berkata kepada anak-anak itu bagaimana manusia telah melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang merusak planet bumi.

Elsa (Bukan nama asli), juga menegaskan hal ini. Ketika melihat makhluk itu, pikirannya hanyut oleh kekuatiran mengenai kondisi bumi yang kian parah. Ia yakin kalau makhluk ini hendak mengatakan sesuatu mengenai masa depan bumi.

"Dunia ini akan berakhir, mungkin karena kita tidak menjaga planet ini atau udaranya. Seperti kondisi dimana pohon-pohon akan bertumbangan, udara semakin habis dan orang-orang menjadi sekarat. Pikiran-pikiran itu sepertinya masuk ke kepalaku dari mata pria kecil itu." 
http://anehdidunia.blogspot.com

Elsa berkata kalau ia diliputi oleh kekuatiran itu hingga ia pulang ke rumah.

Cynthia Hind, salah seorang peneliti UFO Afrika, yang ikut menyelidiki kasus ini keesokan harinya, meminta murid-murid untuk menggambar apa yang disaksikan oleh mereka. Cynthia mendapatkan 35 gambar sketsa yang menunjukkan objek-objek yang serupa.

Salah seorang anak perempuan yang memberikan gambarnya bahkan berkata: "Aku bersumpah demi seluruh rambut di kepalaku dan demi Alkitab kalau aku mengatakan hal yang sebenarnya."


Apa yang sebenarnya telah terjadi di Ruwa? Apakah anak-anak ini telah sepakat untuk memberitakan kabar bohong?

Peristiwa penampakan yang terjadi di sekolah Ariel ini dianggap sebagai salah satu misteri UFO paling penting di masa modern ini. Banyak orang telah berusaha menjelaskan peristiwa ini, namun tidak ada satupun yang bisa memberikan jawaban yang cukup memuaskan.

Salah satu tayangan televisi Afrika pernah mengemukakan teori kalau anak-anak tersebut mungkin telah salah mengidentifikasi gas rawa. Tentu saja teori ini cukup mengada-ngada. Bagaimana mungkin gas rawa bisa terlihat seperti pria kecil bermata besar?

Jika bukan itu, lalu apa kemungkinan lainnya? Mari kita lihat satu persatu.

Kemungkinan pertama 

Anak-anak ini telah ditipu oleh sekelompok orang iseng. Kelompok orang iseng ini mungkin telah membuat UFO buatan dan meminta seorang anak kecil untuk menyamar menjadi alien. Mereka menjadikan anak-anak ini sebagai target karena di dunia ini masih banyak orang yang percaya kalau anak kecil tidak pernah berbohong.

Tujuannya mungkin untuk sekedar gurauan, kampanye lingkungan hidup atau untuk menciptakan propaganda mengenai keberadaan alien.
http://anehdidunia.blogspot.com
Jika iya, bagaimana cara mereka membuatnya? Bagaimana mereka menjelaskan pesan telepati yang diterima beberapa anak?

Kemungkinan kedua 

Anak-anak itu sedang menyaksikan eksperimen rahasia pemerintah. Mungkin pemerintah Zimbabwe sedang mengujicobakan pesawat tempur baru mereka yang bernilai 40 quintillion dolar Zimbabwe (FYI - Kembali ke tahun 2009, harga sebutir telur di sana adalah 35 miliar dolar)

Pesawat itu mendarat di dekat sekolah dan para pilotnya yang secara khusus direkrut keluar sebentar dari pesawat untuk mencari udara segar. Sedangkan telepati tersebut hanyalah khayalan dari sebagian anak.

Percayakah kalian dengan teori ini?

Kemungkinan ketiga 

Histeria massa. Dengan sebab yang tidak diketahui, mungkin 62 anak-anak sekolah ini mengalami histeria massa sehingga mereka mengalami halusinasi. Ini bisa menjelaskan terjadinya penampakan dan telepati tersebut. 

Pada masa lampau, histeria massa umumnya terjadi karena sebab seperti penampakan yang tidak terjelaskan, spora beracun atau propaganda yang berlebihan.

Namun dalam kasus ini, apa penyebabnya? Mereka yang mempercayai teori ini memang gagal mengidentifikasi penyebabnya.

Menurut Dr.John Mack, sesungguhnya memang tidak ada penyebab karena ia percaya kalau anak-anak ini tidak mengalami histeria massa. Dr.Mack adalah seorang profesor dari Harvard Medical School. Ia khusus mendatangi sekolah itu dan mewawancarai 12 pelajar yang turut menyaksikan peristiwa itu.

Menurutnya, anak-anak itu telah memberikan kesaksian yang konsisten sehingga membuat ia percaya kalau mereka tidak sedang mengalami histeria massa.

Kalau bukan histeria massa, lalu apa?

Kemungkinan keempat

62 anak ini telah bersekongkol untuk menipu masyarakat dunia. Mungkin beberapa minggu sebelumnya mereka telah mengadakan rapat rahasia dan menunjuk salah seorang pelajar paling cemerlang untuk menyusun sebuah skenario. 

Setelah itu mereka mulai menyamakan ide dan menunjuk seorang supervisor untuk mengawasi jalannya rekayasa ini. Sebelum rapat diakhiri, sang pemimpin rapat berhasil membuat semua anak ini bersumpah untuk tidak menceritakan rencana mereka kepada orang lain.

Ketika waktunya cukup tepat (saat guru-guru sedang rapat), mereka menjalankan aksinya dan akhirnya kita mendapatkan salah satu cerita perjumpaan paling menarik dalam dunia Ufologi.(Percaya atau tidak, cukup banyak orang-orang yang menganggap anak-anak ini memang berbohong)

Well, tentu saja sebagian besar dari kita akan menolak teori ini. Soalnya, apa sih yang bisa dilakukan oleh anak-anak? Tetapi, setelah menonton film Home Alone, mungkin sebagian dari kalian mulai akan mempercayai teori ini.

Kemungkinan kelima

Anak-anak ini menjumpai siluman hutan. Tokoloshis, sang iblis pemakan anak, memutuskan untuk muncul dan mencari makan siang. Namun, karena melihat jumlah anak-anak yang cukup banyak. Ia memutuskan untuk pulang ke guanya dan menyusun rencana kunjungan yang berikutnya.

Jika ini yang terjadi, betapa teknologi telah mengubah dunia (termasuk dunia roh). Ribuan tahun yang lalu, mungkin mereka hanya menggunakan karpet terbang untuk bepergian. Sekarang mereka menggunakan piring terbang bercahaya keperakan.

Kemungkinan keenam

Yang juga kemungkinan terakhir, anak-anak ini benar-benar telah menjumpai alien dari planet lain yang karena suatu sebab lebih peduli dengan keadaan bumi dibanding umat manusia.

Alien-alien ini memutuskan untuk mengunjungi bumi dan memperingati manusia akan potensi kehancuran yang akan datang. 

Mereka terbang ke Zimbabwe dan tiba-tiba mendapatkan ide kalau 62 anak ini bisa menjadimegaphone untuk memperingati dunia akan masa depan bumi yang suram. Tentu saja kemungkinan ini pun bisa menjelaskan penampakan dan telepati yang dialami.

Misteri yang Tak Terpecahkan

Jelas kasus ini adalah salah satu misteri yang paling menarik pada abad ini. Satu-satunya bukti yang dimiliki hanyalah kesaksian anak-anak ini. Seorang peneliti pernah datang ke lokasi dan berusaha mencari sisa-sisa pendaratan atau radiasi, namun gagal. Boleh dibilang, tempat itu bersih seperti tidak pernah terjadi peristiwa apapun.

Dalam salah satu wawancaranya, Dr.Mack berkata: 

"Saya mungkin tidak akan menerima bulat-bulat apa yang dikatakan oleh anak-anak ini. Namun saya menganggapnya serius. Saya tidak akan pernah mengatakan kalau ada alien di luar sana yang kerjaannya menculik orang-orang. Namun saya akan mengatakan kalau ada fenomena-fenomena menarik yang tidak bisa saya jelaskan sehingga membutuhkan penelitian yang lebih mendalam."

Pada tahun 2004, Dr.Mack tewas akibat ditabrak oleh pengendara mabuk dan hingga saat ini mungkin tidak ada peneliti lain yang menaruh perhatian atas kasus Ruwa sebesar Dr.Mack.(Cynthia Hind juga sudah meninggal pada tahun 2000).

Dengan demikian kasus Ruwa mungkin akan segera terlupakan dan masuk ke dalam arsip kasus-kasus tidak terpecahkan lainnya.

Sumber : http://www.anehdidunia.com/2012/05/misteri-pendaratan-ufo-dan-alien-di.html

Misteri Pacal Relief Suku Maya

Pacal merupakan sebuah relief yang ditemukan di Mexico pada tahun 1949 oleh Alberto Ruz. Pada awalnya Alberto menemukan suatu ruang lengkung di bawah tanah dari suatu candi prasasti, ia kemudian menemukan suatu relief yang aneh yang menjadi tanda tanya besar para ahli hingga kini. Inilah penggambaran astronot suku maya.


Dalam relief itu digambarkan struktur seseorang seperti sedang berada di dalam sebuah kapal terbang. Setiap detik demi detik akan membuat Anda tegang, sama seperti saya yang sudah tegang duluan ketika menyaksikan bagaimana konstruksi kuno itu akan membawa seseorang untuk terbang. Ditulis oleh Erich von Daniken, dalam bukunya : In Search of Ancient Gods

Sebuah kisah kuno bangsa Maya mengatakan, bahwa 10.000 tahun yang lalu mereka berada pada peradaban puncak. Walaupun para ahli purbakala meragukan kebenaran “waktu 10.000 tahun yang lalu” itu di dalam tulisan mereka, namun penulis tetap menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat penting, sebab tidak ada seorangpun yang dapat menjelaskan, dari mana asal bangsa Maya itu dan kemudian kemana perginya mereka.


Sebab telah dibuktikan, bahwa kota-kota bangsa Maya tidak dihancurkan oleh peperangan atau bencana-bencana alam. Kota-kota itu dengan demikian telah ditinggalkan oleh para penduduknya. Bangsa Maya telah lenyap tanpa bekas. Mengapa mereka telah meninggalkan kota-kota mereka yang hebat, yang telah mereka bangun “untuk bertahan sepanjang masa” dengan balok-balok yang utuh?

Diakui, bahwa apa yang disebut zaman “sebelum zaman kuno” berada diantara 1000-2000 tahun sebelum Masehi. Akan tetapi, dalam hal ini diakui oleh para sarjana, mereka sebenarnya tidak mengetahui apa-pun mengenai “zaman purbakala “ yang sebenarnya, yang mendahului “zaman sebelum zaman kuno”. Dan adalah sangat besar kemungkinannya, bahwa semua “kejadian nyata” dalam sejarah yang hingga kini belum dapat diketemukan, ada dalam buku-buku yang telah dibakar oleh uskup Landa.

Hanya ada tiga buku kuno tulisan tangan dari bangsa Maya yang tidak ikut terbakar; lembarannya dibuat dari kulit pohon dan dilipat-lipat seperti harmonica. Buku-buku itu disebut menurut nama tempat, dimana masing-masingnya disimpan : Dresdensis Codex (Codex = buku kuno dalam tulisan tangan ), Paris Codex, dan Madrid Codex, yang juga dikenal sebagai Tro-Cortesianus.

Tulisan-tulisannya yang sudah berwarna kuning karena tua, masih belum sungguh-sungguh dapat dimengerti. Yang telah dapat dipecahkan adalah “system menurut nomer” mereka yang sangat baik, akan tetapi sederhana. Sahabat anehdidunia.com mereka menghitung dengan goresan-goresan, yang diberi titik-titik di atasnya. Satu titik sama dengan 1, tiga titik dengan 3, dst nya. Angka 5 digambarkan dengan sebuah goresan, sehingga angka 7 menjadi sebuah goresan ditambah dua titik diatasnya.


Bangsa Maya pun mengetahui nilai-nilai nisbi dan nol. Mereka menggunakan system “vigesima”, atas dasar 20. Kalau mereka ingin menulis bilangan 23, maka mereka menaruh tiga titik di tempat “satuan” dan satu goresan di tempat “duapuluh”. Mudahlah untuk membedakan “goresan dua puluh” dari “goresan limaan”. Goresan dua puluhan diberi tempat jauh lebih tinggi daripada tempat goresan limaan.

Kalender bangsa Maya mempunyai kualitas yang amat tinggi. Tanggal permulaan urutan waktu mereka adalah suatu hari dalam tahun 3113 sebelum Masehi. Para ahli dari Amerika selatan menyatakan, bahwa tahun gaib 3113 sebelum Masehi itu tidak ada hitungannya dengan sejarah yang sebenarnya dari bangsa Maya, akan tetapi hanya mempunyai nilai asli “simbolis” seperti ucapan bangsa Yahudi “sejak diciptakannya dunia”.

Bagaimanakah mereka dapat mengatakan itu secara demikian pasti, kalau kita tidak mengetahui dari mana asal datangnya orang Maya itu dan kemana pergi lenyapnya mereka. Sangat banyaklah sudah tulisan-tulisan mengenai kalender bangsa Maya itu. Suatu kenyataan adalah kalender itu menggunakan system putaran-putaran tahun yang setiap putarannya berjangka waktu 374,000 tahun.

Bangunan-bangunan didirikan menurut kalendernya : Untuk tiap hari selama sebulan sebuah anak tangga, untuk tiap bulannya sebuah mimbar, dan akhirnya pada hari yang ke 365, berdirilah sudah tempat berhala itu. Seakan-akan bangsa Maya dari kerajaan kuno itu membuat bangunan-bangunan keagamaan mereka bukan oleh terdorong pada suatu kebutuhan kepercayaan, melainkan karena kalender memaksakan mereka sebagai kewajiban yang harus mereka penuhi.

Observatorium para ahli perbintangan mereka, sebuah bangunan bundar di atas dua teras raksasa yang menjulang tinggi di atas hutan belukar, terletak di Chichen Itza. Para ahli perbintangan bangsa Maya mengetahui orbit bulan, sampai pada empat desimal dan mereka juga dapat menghitung tahun planet Venus sampai pada sampai pada tiga desimal.

Menurut cerita kuno, para dewa permulaan dari bangsa Maya berasal dari bintang-bintang, mengadakan hubungan dengan bumi, dan kemudian kembali lagi ke bintang-bintang. Dalam “ Popol Vuh ”, sebuah cerita kuno bangsa Maya, dikemukakan 4000 orang pemuda dari cakrawala, kembali ke “ bintang tujuh “, setelah mereka menderita kekalahan dalam perkelahian dengan manusia.

Dewa Kukulkan rupanya betukar berita dengan bangsa Aztec, yang bernama Quetzalcoatl. Dia digambarkan sebagai seekor ular yang berbulu dan datang dari langit. Kalau orang-orang bangsa Maya, dalam hidupnya setiap hari melihat ular-ular merayap di tanah, maka sulitlah untuk dimengerti, mengapa ular-ular dalam gambaran dan relief mereka dapat “terbang ”?

Tulisan-tulisan bangsa Maya yang masih ada, meliputi 208 halaman yang dilipat menurut cara harmonica. Melihat banyak macamnya tanda-tanda, bentuk-bentuk, lambang-lambang, serta bentuk kombinasi, maka tidaklah mengherankan kalau sampai sekarang hanya sedikit yang dapat dipecahkan artinya.

Lukisan-lukisan pada serat pohon yang diberi lapisan tipis dari kapur sebagai landasan lukisannya, disimpan antara dua lembaran kaca. “Dresden Codex” mempunyai 74 halaman, dan berisi perhitungan mengenai perbintangan dan juga berisi daftar-daftar mengenai perjalanan serta gerak bulan dan planet Mars.

Pada lukisan-lukisan itu selalu terlihat adanya makhluk mengerikan yang berbentuk seperti ular di dekat bilangan-bilangan. Makhluk itu dihubungkan dengan bulan dan memuntahkan air ke bumi. Makhluk “manusia” nya mengenakan kedok dan perlengkapan kepala yang rumit, dan seringkali kelihatannya mengenakan semacam pakaian selam.

Apakah mereka itu para pendeta bangsa Maya yang sedang melakukan percobaan-percobaan ataukah binatang-binatang? Makhluk-makhluk yang tidak dapat ditentukan makhluk, apa sebenarnya, dengan menggunakan banyak peralatan yang aneh-aneh.

“Paris Codex” dibeli oleh “Bibliotheque Nationable” (Perpustakaan Nasional) di tahun 1832 dari koleksi seseorang. Dibuat dari bahan yang sama dengan bahan “Dresden Codex” dan mempunyai 22 halaman yang sudah sangat rusak.

Dalam abad terakhir ini, pemeliharaan terhadap halaman-halaman yang dilipat-lipat itu adalah demikian jeleknya, sehingga kini hanya tinggal dua halaman saja yang dapat dipertunjukkan dalam sebuah kotak dari kaca.

Untungnya bagi kita, bahwa dari “Paris Codex” terutama berisi ramalan-ramalan menurut kalender. “Madrid Codex” disimpan di “Museo de America” di Madrid dan terdiri dari 112 halaman bergambar, dimana dapat terlihat gambar dewa-dewa dalam sikap upacara keagamaan yang besar. Gambar-gambar dan bagian-bagiannya, sampai yang kecil-kecil adalah sangat menarik. Kita dapat melihat segala macam benda dalam gambar-gambar tersebut.

Dewa-dewa berasap pada kulit bumi, dewa-dewa sebelum makan pembuluh darah, hukuman dengan tusukan pada lidah, seorang dewi dengan kepala ular pada roda pemintal. Penulis telah mengkopi bagian-bagian dari buku-buku itu, yang sebenarnya hanya diketahui oleh para ahli-ahli saja, sehingga setiap orang yang berpengetahuan dan mempunyai perhatian terhadap persoalan ini, dapat menilai sendiri apa yang benar-benar digambar. Penulis mempunyai dugaan, bahwa orang awam akan merumuskan gagasan-gagasannya secara lebih bebas, daripada seorang ahli bangsa Maya.


Selama penyelidikan-penyelidikannya di lapangan dari tahun 1949 sampai 1952, seorang ahli purbakala bangsa Mexico bernama Alberto Ruz Lhuiller menemukan sebuah kamar penyimpanan jenazah di “Kuil naskah tulisan tangan” di Palenque.

Dari kamar depan kuil yang berada di mimbar tertinggi sebuah piramida bertangga, terdapat sebuah bordes yang miring agak curam dan licin karena kelembaban udara, yang menjurus ke bawah sampai hampir 75 kaki dan berakhir sampai 6 kaki dibawah tanah.

Tangganya disembunyikan sedemikian rupa, sehingga dapat kita tarik kesimpulan, bahwa tangga itu tadinya pasti dirahasiakan. Ukuran dan letak kamar itu cocok dengan “pengertian tentang ilmu gaib “ (Marcel Brion). Para ahli purbakala beserta pembantu-pembantunya membutuhkan waktu tiga tahun untuk membersihkan tangga itu, dari puncak sampai ke dasarnya.

Lantai ruangan itu terbuatdari satu batu utuh yang berukuran panjang 14 kaki dan lebar 7 kaki, dengan gambar relief yang luar biasa. Penulis belum pernah melihat sebuah relief lainnnya, yang demikian indah dan cermat pembuatannya. Ukiran-ukiran bangsa Maya terdapat di sekitar sudut-sudut permukaan yang datar itu, akan tetapi hanya sangat sedikit dari ukiran-ukiran itu yang dapat dipecahkan artinya.


Batu datarnya dihias dengan ukiran-ukiran tulisan seperti yang terdapat di Dresden Paris dan Madrid Codex. Dalam gambar-gambar itu dapat kita lihat sebuah wujud dewa bumi, dengan hiasan-hiasan bulu di dadanya, tali-tali dan pipa-pipa dari dari batu berwarna dan tidak ketinggalan pula seekor burung yang dianggap suci (burung Kwitzel dari Amerika tengah).

Paul Rivet, salah seorang dari kelompok ahli-ahli purbakala yang telah menemukan kamar jenazah dalam kuil di Palenque itu berkata, bahwa orang Indiannya digambarkan sedang duduk di altar pengorbanan dan di belakang tempat duduknya terukir rambut jenggot Dewa Cuaca, motif-motif yang selalu timbul kembali di kota-kota Maya.

Di bawah batu utuh yang dihias secara indah itu, terdapat sebuah kerangka dalam sebuah peti mati yang dicat merah. Sebuah kedok emas menutupi muka kerangka; beberapa butir batu pertama terdapat di sebelah kerangka, seakan-akan merupakan benda-benda upacara keagamaan dan benda benda yang dikorbankan.

Sejak penulis melihat batu kuburan di Palengue itu, maka penulis menafsirkan dan merumuskannya dalam istilah-istilah tekhnik. Tidaklah menjadi persoalan, apakah kita menggunakan sudut pandang ini ataukah itu, tetapi penulis berfirasat, ada petualang-petualang ruang angkasa tersangkut di dalam misteri ini.


Potret-potret terbaik yang pernah penulis lihat mengenai batu kuburan, yang berada di belakang pintu besi yang terkunci itu, adalah hasil pemotretan dari para pemotret film “Kereta-kereta perang para Dewa kah?”

“Setelah delapan kali mengajukan permohonan, maka Pemerintah mengizinkan kami untuk kerja selama setengah jam dengan menggunakan kamera dan lampu-lampu sorot. Potret-potret ini akan memberikan gambaran yang lebih baik kepada para pembaca, mengenai persoalan yang penulis bicarakan dari gambar-gambar dalam buku penulis yang pertama.

Akhirnya, dari kesemuanya itu menujukkan, bahwa batu kuburan itu merupakan sebuah kerangka yang di tengah-tengahnya terdapat makhuk, yang duduk agak membongkok kedepan (seperti seorang Astronaut di dalam module komandonya).

Makhluk asing itu mengenakan sebuah topi helm, dari bagian belakang topi helm itu mencuat keluar dua batang pipa. Di depan hidungnya terdapat aparat oxygen. Makhluk itu sedang mengerjakan alat semacam tombol pengamatan dengan kedua tangannya.

Jari-jari yang sebelah atas disusun, seakan-akan makhluk itu sedang menyetel sebuah tombol yang ada di depannya. Kita melihat dari arah belakang, empat jari dari tangannya yang sebelah bawah, jari kelingkingnya bengkok. Apakah makhluk itu tidak kelihatan seperti sedang mengerjakan alat pengontrol seperti yang terdapat pada stang sepeda motor?

Tumit kaki kirinya berada di atas pedal bertangga. Yang melihat relief di Palengue itu akan heran melihat kenyataan, bahwa “orang Indian yang berada di atas altar pengorbanan” itu mengenakan pakaian yang sangat modern.

Tepat di bawah dagunya terdapat semacam leher gulung sebuah kemeja wol. Bajunya yang sempit mempunyai lengan baju, yang ujungnya pada pergelangan tangan dilipat ke atas. Dia menggunakan pengikat pada pergelangan tangan, dilipat ke atas. Dia menggunakan ikat pinggang lebar, dan mengenakan celana panjang, yang bagian atasnya lebar dan bercorak seperti mata jala, sedangkan bagian bawahnya, mulai dari sedikit di atas lutut sampai terus di pergelangan kaki sempit. Di pergelangan kakinya terlihat bagian pakaian seperti kaos kaki. Apa ini tidak menyerupai pakaian lengkap bagi seorang astronaut?


Peralatan di dalamnya dimana si petualang ruang angkasa itu sedang duduk meringkuk dengan kaku, menunjukkan ciri-ciri teknis sebagai peralatan untuk sebuah perjalanan menuju ke ruang angkasa.

Sumber : http://www.anehdidunia.com/2014/02/misteri-pacal-relief-kuno-suku-maya.html

Minggu, 02 Februari 2014

Ropen - Cryptid Papua

Di timur pesisir Papua Nugini terdapat serangkaian pulau yang bernama kepulauan Bismarck, Rambunzo dan Umboi adalah dua pulau kecil yang terdat di kepulauan tersebut. Kedua pulau ini disebut sebagai tempat tinggal Ropen yang jika diartikan secara bebas dari bahasa setempat memiliki arti "Setan Terbang / Demon Flyer"
Ropen digambarkan seperti Seekor burung besar dengan paruh penuh dengan gigi, kaki yang berselaput, kepala dengan ekor panjang. Deskripsi ini cocok dengan mahluk yang sudah punah, Rhamphornycus, Pterosaurus dengan rentang sayap antara 3-4 kaki. Tak lama setelah perang dunia II usai, para misionaris mulai menjelajah hutan-hutan dan tempat terpencil di Papua Nugini, penampakan dan pemberitaan mengenai Ropen mulai beredar, beberapa penampakan bahkan menyatakan bahwa rentang sayap Ropen ada yang berukuran hingga 24 kaki, Namun mungkin penampakan tersebut dalah sesuatu kekeliruan untuk menganggap objek berukuran lebih besar tersebut adalah Ropen yang seringkali disamakan dengan objek Cryptid lainnya yang ada ditempat itu yang disebut dengan Duah.
Ropen ditakuti oleh penduduk asli Papua Nugini dan masyarakat yang hidup di kepulauan Solomon, Ropen merupakan pemburu utama di malam hari. Mereka hidup seperti kelelawar dimana hidup jauh didalam hutan di gua-gua yang terdapat di Rambunzo dan Umboi. Karena mahluk Nocturnal, Ropen sangat jarang terlihat di siang hari.

Ropen dikatakan sebagai mahluk yang memiliki penciuman yang sangat hebat saat mereka mencari mangsa, lebih dari satu kali pemberitaan yang menyatakan bahwa mahluk "setan terbang" ini menyerang prosesi upacara pemakaman dimana mereka berusaha untuk mengambil mayat tersebut untuk dimakan. Kesukaan mereka untuk melahap daging yang sudah membusuk merupakan sifat yang dimiliki oleh Ropen yang sama dengan sepupu mereka mahluk Cryptid dari Afrika yakni Kongomato.
Namun yang menarik dari fitur mahluk ini adalah cahaya bio berpendar yang dikeluarkan oleh Ropen, banyak laporan yang menyebutkan tentang "Cahaya Ropen" dimana digambarkan sebagai sebuah cahaya lembut hingga lumayan terang saat mereka terbang diarea pesisir. Tidak jelas mengapa Ropen memiliki fitur unik seperti itu, apakah itu seperti mata kucing yang berpendar dikegelapan? Namun satu alasan adalah kemungkinan untuk menarik serangga dan ikan yang merupakan makanan utama mahluk ini.
Penampakan Ropen sudah sering dilaporkan dan yang sering terjadi adalah pada tahun 2004 dimana masyarakat melaporkan kepada pemerintah lokal tentang penampakan lebih dari puluhan penampakan Ropen.

Bukti Fisik
Selain berbagai laporan mengenai keberadaan Ropen setiap tahunnya, namun hingga kini belum ditemukan adanya bukti fisik mahluk ini, baik itu yang ditangkap dalam keadaan hidup maupun yang ditemukan sudah menjadi bangkai.Memang ada beberapa gambar dari Ropen yang pernah difoto selama bertahun-tahun namun foto-foto itu terlalu kabur atau tidak jelas sebagai bukti konkret keberadaannya. Sebuah peta laut yang menarik pada tahun 1595 terdapat peringatan dimana disebutkan bahwa para pelaut harus berhati-hati terhadap keberadaan beberapa monster laut, termasuk menggambar kan dua mahluk yang terbang dengan leher panjang, kepala berjambul, sayap yang memiliki ruas-ruas dan ekor yang fantastis (dimana pada ujungnya terbagi seperti sirip)

Penampakan
Pada saat ditempatkan di barat laut Lae,dekat Finschaven, Papua Nugini seorang prajurit kavalery Duane Hodgkinson melaporkan sebuah penampakan aneh pada tahun 1944. Pada saat ia tengah melakukan pembersihan di Hutan pada bulan Agustus ia dikejutkan oleh suara berisik disemak-semak. Ia berdiri tertegun saat ia menyaksikan bahwa didepannya telah berdiri seekor burung reptil besar yang berdiri diatas tanah lalu kemudian terbang. Burung tersebut memutarinya beberapa kali lalu terbang menjauh.Hodgkinson memperkirakan bahwa rentang sayap mahluk tersebut setidaknya 20kaki dia juga mengingat bahwa mahluk tersebut berwarna abu-abu kegelapan, paruh serpentin dengan kepala yang khas seperti berjambul.
Selain itu seorang penduduk lokal bernama Yunus Jim yang berasal dari desa Akure melaporkan bahwa ia telah melihat Ropen terbang diatas rumahnya pada suatu malam, ia menyebutkan bahwa mahluk tersebut mengeluarkan cahaya terang dan ia bisa melihat dengan jelas bahwa mahluk tersebut memiliki ekor.
Sementara itu seorang warga desa Opai yang terletak di pulau Umboi yang bernama Leonard menyatakan bahwa ia bersama warga desa lainnya sering menyaksikan penampakan Ropen,setidaknya mereka menyaksikannya sebulan sekali. Perlu dicatat bahwa masyarakat pulau Umboi belum memiliki listrik dan pada malam hari mereka lebih memilih untuk tinggal dirumah, hal ini yang menyebabkan kemungkinan mengapa mereka hanya melihat mahluk tersebut sesekali saja.

Statistik Ropen (Jika Memang Eksis)
- Klasifikasi : Avian Reptile (Burung Reptil)
- Ukuran : Panjang 1-2 kaki dan rentang sayap mencapai 4 kaki
- Berat   : Tidak diketahui
- Makanan : Daging, Ikan dan hewan laut lainnya.
- Lokasi : Papua Nugini dan pulau-pulau disekitarnya
- Pergerakan : Terbang
- Lingkungan : Gua-gua di pegunungan, pesisir pantai dan hutan lebat


Sumber : http://life-a-big-mystery.blogspot.com/2012/09/ropen-cryptid-dari-papua-nugini.html

Senin, 06 Januari 2014

The Phaistos Disk

Sebuah artefak kuno yang terbuat dari tanah liat, berbentuk bulat tipis(menyerupai disk/cd), memiliki ukiran-ukiran yang diperkirakan memiliki makna-makna serta pesan-pesan misterius yang tersembunyi, itulah Phaistos Disc. Kontroversi muncul ketika seseorang mengklaim bahwa penemuan artefak ini adalah sebuah rekayasa. Benarkah demikian .... ?


Sebelum membahas lebih jauh mengenai Phaistos Disc ini saya ingin memperkenalkan siapa yang menemukan artefak ini.

Phaistos Disc ditemukan di pantai selatan Crete, oleh seorang arkeolog berkebangsaan Italia bernama Luigi Pernier.



Luigi Pernier
 
Pernier berasal dari keluarga kaya Giuseppe, ayahnya adalah seorang tuan tanah kaya keturunan Perancis dan ibunya Agnese Romanini berasal dari keluarga aristokrat. Dia mengikuti Ginnasio Liceo "Ennio Quirino Visconti" sebelum lulus di Universitas Roma pada 1897, dengan Rodolfo Lanciani sebagai atasannya. 
Dia termasuk salah satu spesialis di Scula Archeologia, Roma. Dan memperoleh ijazah pada tahun 1901, setelah menghabiskan study di Missione Archeologica Italiana, Crete.

  

Karir


Dari 1902 sampai 1916 ia menjabat sebagai inspektur dari 'Museum Galeri dan Penggalian of Antiquities' di Florence dan telah melakukan penelitian di beberapa situs Italia pusat, pada saat yang sama ia bergabung dengan Missionari Italia ke Crete , dan memimpin penelitian dari 1906 sampai 1909 bersama Halbherr. 


Pada saat itulah yang Pernier terlibat dalam penemuan Disc Phaistos . 
Pada 1904 ia menikahi Tonina Falchi, putri Isidoro Falchi , yang telah menemukan tempat Vetulonia .  Pada 1909 ia adalah yang pertama sekaligus sebagai direktur yang mendirikan Sekolah  Arkeologi Athena, Italia .



Pada tahun 1914 ia menjadi direktur Museum Arkeologi Florence , dan melepaskan jabatan direktur di  Sekolah Arkeologi Athena.  Pada tahun 1916 ia diangkat sebagai pengawas  penggalian arkeologi dari Etruria, sampai 1922, ketika itu ia diangkat menjadi profesor arkeologi dan sejarah seni kuno di University of Florence .  Pernier menghabiskan waktu lama di luar negeri , terutama di musim panas, di Crete atau di Kirene .



Di Crete, 1928-1929, ia menyelesaikan penggalian di istana di Phaistos sebelum diangkat menjadi direktur Misi Arkeologi Italia setelah kematian Halbherr pada tahun 1930.


  
 Federico-Halbherr



Di Kirene, 1925-1936, Pernier melakukan kampanye sepuluh penggalian sebagai bagian dari Misi Arkeologi Italia dan (dengan Carlo Anti ) memimpin penggalian di Bait Apollo .


Kirene




Situs Phaistos



Disc Phaistos ditemukan di Minoan situs-istana Phaistos , dekat Hagia Triada , di pantai selatan Kreta ,disc khusus itu ditemukan di ruang bawah tanah kamar 8 di bangunan 101 sekelompok bangunan yang menghadap ke timur laut dari istana utama.





Situs Phaistos berada 62 Km dari sebelah utara Kota Heraklion.



Phaistos adalah salah satu pusat paling penting dari peradaban Minoan, dan kota yang paling kaya dan berkuasa di selatan Crete. Diperkirakan telah dihuni sejak masa Neolitikum sampai dasar dan pengembangan istana Minoan di abad ke-15 SM.



Phaistos Disc 


Artefak yang terkenal ini adalah script Minoan piktografik, unik jenisnya, ditemukan di dalam sebuah ruangan kecil dari istana Phaistos. Kedua sisi disc memiliki tanda terkesan dalam garis spiral tunggal awal di tepi dan berakhir di tengah. Prasasti ini menggunakan empat puluh lima tanda yang berbeda, yang diulang dan dikelompokkan bersama-sama untuk membentuk kata-kata dipisahkan dengan sayatan vertikal. Tanda-tanda terkesan pada tanah liat menggunakan segel, dan untuk alasan ini disk dianggap sebagai contoh awal dikenal nya tipografi. 


Sampai sekarang berbeda beberapa penafsiran teks telah diusulkan, tidak ada yang meyakinkan sepenuhnya. Sarjana modern percaya bahwa simbol ini dapat menjadi teks keagamaan atau sebuah pesan. Perlu dicatat bahwa beberapa tanda tulisan ini muncul pada sebuah kapak.


Simbol-simbol yang ada pada kedua sisi Phaistos Disc

  



Kontroversi


Meskipun Phaistos Disk ini sudah diterima secara outentik bahwa ini adalah artifak asli, ada seseorang  yang mengklaim bahwa artifak ini adalah palsu.

Siapa sebenarnya orang ini ....? 

Dia adalah Jerome M. Eisenberg. 


Seorang kepala editor di Minerva The International Review of Ancient Art & Archaeology, dan ketua dalam International Conference on the Phaistos Disk.


 
Dia menerbitkan teori penolakan pada sebuah artikel di majalah yang dia danai sendiri.

Dia klaim Pernier, yang menemukan disk pada tahun 1908, telah termotivasi untuk menciptakannya dan  terlebih dahulu menanamnya, kemudian berpura-pura menemukannya karena ia cemburu pada ketenaran Sir Arthur Evans.


Pernier, penemu Disk Phaistos, sudah mati dan tidak dapat membela diri, Pernier tidak memiliki apa-apa yang pernah ditulis atau direkam untuk membuktikan penemuannya.


Dia berusaha untuk menciptakan sebuah perdebatan di London pada Masyarakat Antiqueries, tentang kepalsuan artifak ini.


Bukti Outentik
 

Saya tidak begitu sependapat dengan Jerome M. Eisenberg yang dengan berbagai caranya ingin sekali menjatuhkan orang yang menemukan Phaostis Disk ini yaitu Luigi Pernier

Memang wajar saja jika di dunia ini ada saja yang pro dan kontra atau dianggap skeptis dalam hal penemuan-penemuan, karena tidak sedikit pula penemu-penemu yang juga dengan seenaknya mengklaim bahwa mereka telah menemukan sesuatu. 


Sebut saja Ron Wyatt, yang mengklaim telah menemukan situs Noah Ark dan Ark of Convenant. Yang ternyata tidak dapat dipercaya dan diragukan kredibilitasnya.


Kesimpulannya, teori tipuan Phaistos Disk tidak sehat dan bahkan berbahaya karena mengancam untuk menggelincirkan kemungkinan penelitian yang signifikan dalam bidang astronomi Minoan. Lebih penting daripada menjual mebel antik adalah untuk mendiskusikan apakah Minoans telah mempelajari bidang archaeoastronomy.

Kembali lagi dalam topik pembicaraan kita mengenai Bukti Outentik yang mendukung bahwa Phaistos Disc adalah asli artifak.


Axe Arkalochori.


Disc Phaistos saat ini secara umum diterima sebagai otentik oleh arkeolog . Asumsi keaslian didasarkan pada catatan penggalian yang telah dilakukan oleh Luigi Pernier. Asumsi ini juga didukung oleh penemuan selanjutnya yaitu Axe Arkalochori.



The Axe Arkalochori perunggu, adalah sebuah penemuan milenium kedua SM  di Minoan yaitu kapak ganda nazar yang digali oleh Spyridon Marinatos pada tahun 1934 di gua Arkalochori di Crete. Penemuan ini menjadi penting karena diukir dengan simbol seperti yang ada di Phaistos Disc..


Magliano Disk



Disk Phaistos menunjukkan kemiripan dengan ' Magliano' Disk, yang juga ditemukan di Italia pada 1880-an. Bentuknya hampir sama berbentuk disk bulat dengan teks dalam Etruscan, tetapi  bentuknya spiral ke dalam. Phaistos dan Magliano adalah dua jenis artifak caram yang ditemukan di Italia. .


Mengartikan Disk.

Banyak upaya telah dilakukan untuk memecahkan kode di depan dan belakang disk. Meskipun tidak jelas bahwa itu adalah script, decipherments paling mencoba menganggap bahwa itu adalah tambahan mengasumsikan suku kata, yang lain sebuah huruf atau logography. Upaya pada penguraian umumnya dianggap tidak akan berhasil kecuali contoh-contoh dari tanda-tanda ditemukan, karena umumnya  telah sepakat bahwa tidak ada konteks cukup tersedia untuk analisis bermakna.

Kedua permukaan disk tanah liat ini ditutup dengan hieroglif diatur dalam zona spiral, terkesan pada tanah liat ketika lembab. Tanda-tanda membentuk kelompok dibagi satu sama lain dengan garis-garis vertikal, dan masing-masing kelompok harus mewakili kata. Empat puluh lima jenis yang berbeda dari tanda-tanda telah dibedakan, yang sedikit dapat diidentifikasi dengan hieroglif digunakan pada periode Proto-istana.
Beberapa urutan hieroglif terulang seperti refrain, menggambarkan himne keagamaan, dan Pernier menganggap isi teks sebagai ritual. Lainnya mengusulkan bahwa teks itu adalah daftar tentara, dan akhir-akhir ini Davis menafsirkan sebagai dokumen dalam bahasa Hittic di mana seorang raja membahas pendirian Istana Phaistos.
Dalam abad Ugarit dengan melihat Linear B, , dan sistem ortografi lainnya. Disk diduga berasal dari sekitar 1700 SM. Ini adalah disk tanah liat berbentuk agak bundar, dengan simbol dicap ke dalamnya. Teks yang terdiri dari 61 kata, 16 dari yang disertai dengan “slash” misterius.
Ada 45 simbol yang berbeda terjadi 241 kali. Simbol yang menggambarkan objek dikenali seperti sosok manusia dan bagian-bagian tubuh, binatang, senjata, dan tanaman. Karena teks disk sangat pendek, penguraian dengan teknik statistik kriptografi yang digunakan oleh Michael Ventris di Linear B adalah mustahil. 
Akhir tahun lalu, Dr Keith A.J. Massey dan saudarakembarnya Rev Kevin Massey-Gillespie menemukan rahasia yang mereka percaya memberikan kunci Disk Phaistos.
Sistem penulisan kuno lainnya menyediakan kunci untuk membaca Disk Phaistos.
Phaistos Disk side 1
Phaistos Disk side 2



Kemungkinan Arti dari Disk

Menghubungkan Bintang / Shields dengan Garis untuk Menghasilkan Constellation 

Sirius Star atau bintang Sirius, bintang yang dihubungkan dengan garis untuk menghasilkan anomali rasi bintang.

Star Sirius


 Pentagram dalam sebuah heptagram 

Star Sirius

Manusia yang memegang perisai
 Seperti yang kita lihat, orang ini seperti memegang disk dan kelihatannya digunakan sebagai perisai. Mungkin saja Disk ini dulunya adalah sebuah Perisai .
Atau ada kemungkinan lain bahwa disk ini menunjukkan rasi-rasi bintang orion, seperti orion's belt.

Apapun kemungkinan itu, ini  merupakan karya seni tembikar yang berdesain artistik indah, ketika  dibuat berwarna dan diberi animasi, tampaknya terlihat begitu modern dan sama sekali tidak terlihat bahwa ini dibuat 3.600 tahun yang lalu.

Apakah ini menunjukkan Minoans percaya bahwa Sirius Star, adalah perisai/pelindung bumi?



Yang pasti belum ada yang bisa menjelaskan arti dari disk tersebut...

Semua hanya berupa teori.. Dan ingat Teori bisa juga salah....

Suatu hari nanti mungkin ada yang bisa menjelaskan arti yang sebenarnya dari disk tersebut , sehingga bisa membuka mata kita dalam menyingkap  pesan-pesan rahasia yang di sampaikan kepada kita semua tentang peradaban masa lalu. Dan dapat menjadi inspirasi bagi kita dalam membangun peradaban yang lebih baik.
 
Sumber : http://xnews-hawkson-blogmisteri.blogspot.com/2010/05/x-news-kontroversi-penemuan-artefak.html

Rabu, 23 Oktober 2013

Misteri Crop circle Terpecahkan ???

Setelah lebih dari seratus tahun menjadi misteri yang menyenangkan bagi para pemburu fenomena aneh, apakah sekarang misteri crop circle telah mulai terungkap sedikit demi sedikit? Jika demikian adanya, apakah kita siap untuk mengakui bahwa crop circle hanyalah sebuah seni buatan manusia yang tidak ada kaitannya dengan ekstra terrestrials? 
Soal crop circle, komunitas peneliti dan media terombang-ambing. Antara mempercayainya sebagai pesan rahasia makhluk berintelejensia tinggi dari peradaban jauh di planet lain ataukah hanya sekedar sebuah karya fantastis dari seniman langka yang bekerja diam-diam untuk memuaskan diri. 
Pola-pola indah dan rumit crop circle telah menghiasi ladang-ladang gandum di Inggris selama puluhan tahun. Para petani yang kesal karena ladangnya yang rusak oleh crop circle umumnya masih bisa mengutip uang dari para turis yang ingin menyaksikan dan merasakan sensasi misteri ini. Namun, sepertinya atraksi turis semacam itu telah berakhir. Dan mungkin juga misteri crop circle akan bernasib sama. 
Pada tahun 2013 ini, para peneliti dan pemerhati crop circle menyadari satu hal yang tidak biasa, yaitu penurunan jumlah kemunculan crop circle yang sangat tajam di Inggris. Pada pertengahan tahun 2012, paling sedikit muncul 50 pola di ladang-ladang gandum Inggris. Tahun ini hanya 15. Tetapi bukan itu yang paling mengganggu, melainkan bentuk pola yang sangat sederhana sehingga memunculkan spekulasi bahwa siapapun yang membuat crop circle indah pada tahun-tahun sebelumnya telah memutuskan untuk pensiun. 
Lihat saja contoh-contoh crop circle berikut ini: 

Pola seperti ini jelas terlihat seperti dibuat oleh para amatir yang belum memiliki kemampuan untuk menyamai pola terdahulunya.
Atau bentuk hati yang muncul berikut ini. Jelas tidak menunjukkan kehebatannya sebagai crop circle kelas dunia. Bandingkan dengan crop circle berpola hati yang muncul sebelumnya.
 
Apa yang telah terjadi? Apakah alien dari planet lain telah dihinggapi rasa jenuh untuk menunjukkan karya-karya spektakulernya di ladang-ladang gandum Inggris. 
Well, memang iya, para pembuat crop circle itu dihinggapi rasa jenuh, atau malas, untuk melanjutkan karyanya. Tapi mereka bukan alien.
Menurut Dailymail yang mengutip sumber-sumber internal, para seniman rahasia yang sebelumnya rajin membuat crop circle memang telah memutuskan untuk berhenti. Salah satunya adalah Julian Richardson yang telah beralih ke seni Sand Circle. 
Julian Richardson
Matthew Williams, seniman lain, memutuskan berhenti setelah mengalami penyakit yang berhubungan dengan tanaman. Mundurnya dua seniman ini telah membuat seniman lain malas membuat crop circle yang baru dikarenakan tingkat kompetisi yang telah menurun jauh. 
Matthew Williams 
Kata Williams,"Masalahnya adalah para pembuat crop circle hebat telah pensiun atau beralih ke sesuatu yang baru. jadi sudah tidak ada kompetisi lagi. Seniman-seniman tersebut adalah orang-orang yang sangat kreatif, dan tanpa adanya persaingan persahabatan, banyak seniman lain menjadi tidak peduli lagi dengan crop circle." 
Ia melanjutkan,"Banyak dari crop circle terbaik yang muncul beberapa tahun belakangan ini dibuat hanya oleh segelintir orang dan sekarang mereka telah menggantung papan kayu dan pindah ke ladang yang baru." 
Mengenai Julian Richardson, Matthew berkata,"Ia ingin mencoba sesuatu yang baru dan saya rasa ia muak dengan orang-orang yang berusaha mendapatkan uang dari hobinya - walaupun ia sendiri tidak pernah mendapatkan apa-apa. Para petani menjadi semakin galak dan para penggemar crop circle menuntut semakin banyak dan kami masih tidak mendapatkan uang sama sekali." 
Matthew merujuk kepada Monique Klinkenbergh, seorang "ahli" crop circle belanda yang membuat sebuah skema dimana orang-orang yang datang harus membayar supaya bisa masuk dan berjalan di dalam pola crop circle.  

"Banyak dari rekan seniman berhenti membuat crop circle karena telah dirusak oleh orang-orang luar seperti Klinkenbergh yang berusaha mendapatkan uang dari hobi kami. Kami, komunitas pembuat crop circle tidak suka ada orang luar seperti dia yang mengambil alih dan berusaha ikut campur." 
Soal petani yang semakin galak, Matthew pernah mengalaminya sendiri ketika pada tahun 2006 ia ditangkap polisi dan dihukum karena dianggap merusak ladang gandum yang bukan miliknya. 
Menurut Matthew, jika keadaan ini terus berlanjut maka tahun depan bisa jadi tidak akan ada lagi crop circle yang muncul. 
Memang sejak dulu para peneliti crop circle meyakini bahwa sekitar 80 persen pola yang muncul adalah buatan manusia. Namun tidak ada dokumentasi yang jelas mengenai keaslian masing-masing pola.
Dengan adanya perkembangan terbaru ini, maka misteri crop circle berpola rumit memang patut dipertanyakan kembali.

Logikanya seperti ini,

1. Seniman crop circle aktif bekerja = Crop circle terus bermunculan.
2. Seniman crop circle pensiun = Crop circle tidak muncul.

Ini berarti,

3. Crop circle pastilah dibuat oleh seniman crop circle (manusia).

Cukup rasional. 

Tentu saja apa yang saya gambarkan lewat 3 poin di atas tidak persis menggambarkan apa yang sedang terjadi. Soalnya crop circle tidak bisa dibilang hilang sama sekali karena crop circle dengan pola-pola sederhana masih muncul. Kita tidak tahu ada berapa banyak seniman crop circle yang masih aktif atau mereka yang baru pertama kali mencoba membuat crop circle di luar sana sehingga mustahil rasanya untuk bisa benar-benar memecahkan misteri ini.

Namun, dengan pensiunnya seniman-seniman utama, jelas sekali bahwa kemunculan crop circle (berpola rumit) sendiri mengalami penurunan yang sangat signifikan sehingga kesimpulan poin 3 diatas adalah sebuah kemungkinan yang sangat besar.

Bukankah dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa crop circle berpola rumit sesungguhnya bisa jadi hanya merupakan karya tangan para seniman, dalam hal ini manusia biasa?

Bagaimana jika crop circle yang sejati sebenarnya hanya berupa lingkaran-lingkaran bulat biasa seperti yang muncul puluhan tahun yang lampau? 

Apakah kita masih akan mengakui keindahan misterinya? 

Tapi bukankah menurut para ahli pola rumit semacam itu tidak akan sanggup dibuat oleh seorang hoaxer?

Untuk itu, mari kita melihat crop circle dari sebuah perspektif yang baru, yaitu kemungkinan bahwa misteri ini sebenarnya tidak sehebat yang kita kira. Jika kita melihat kembali ke belakang, kita akan menemukan dua karakteristik utama yang membuat crop circle menjadi sebuah misteri yang menarik.  
Karakteristik pertama adalah pola yang indah dan rumit yang katanya mustahil bisa dikerjakan dalam waktu satu malam tanpa menarik perhatian.

Karakteristik kedua adalah ciri-ciri fisik dan perubahan (abnormalitas) yang terjadi pada tanaman dan ladang dimana crop circle muncul.

Mari kita melihatnya satu persatu. 

Pola Rumit yang Mustahil

Argumen yang selalu diajukan adalah, "Mustahil crop circle bisa dibuat oleh manusia karena polanya terlalu rumit untuk ukuran kemampuan manusia. Lagipula, pola semacam itu tidak mungkin dibuat dalam semalam."

Memang benar. Yang mengajukan alasan di atas umumnya adalah: Para peneliti, penulis, wartawan, penggemar misteri, anda yang sedang membaca tulisan ini dan saya sendiri.   

Tentu saja kita akan menganggapnya sebagai suatu kemustahilan karena kita tidak pernah bergelut dengan proses konstruksi sebuah crop circle. 

Tapi, akan lain jadinya jika kita bertanya kepada para seniman yang telah menghabiskan puluhan tahun hidupnya untuk mempelajari dan menyempurnakan teknik pembuatan crop circle. Pola yang rumit bukan lagi suatu kemustahilan.

Kita juga sering mendengar bahwa manusia masa lampau tidak memiliki teknologi untuk mengangkat batu yang beratnya berton-ton atau membuat gambar raksasa semacam garis nazca. Namun berbagai eksperimen menunjukkan kalau semua itu sangat mungkin dilakukan walaupun hanya dengan peralatan yang sederhana. 
Pengambilan kesimpulan yang salah ini juga terjadi pada pola rumit crop circle.

Mengenai pola geometri yang rumit, Julian Richardson adalah salah seorang yang sangat ahli. Lihat saja karya seni sand circle yang dibuatnya. Jika kita melihat contoh lain dari halaman Facebooknya, jelas sekali terlihat bahwa Julian sangat mampu membuat pola-pola indah dan rumit. 

Jika ia mampu membuatnya di atas permukaan pasir, maka pastilah ia juga mampu membuatnya di atas ladang gandum.

Katanya,"Saya sudah terlibat dalam pembuatan crop circle sejak tahun 1990-an. Saya suka dengan geometri, seni dan fenomena paranormal. Apapun yang diklaim oleh para ahli crop circle, para seniman ini memang hanya menggunakan tali, patok dan bilah kayu untuk menciptakan seni yang sedemikian indahnya." 
Keahlian menggunakan tangan dan peralatan sederhana tersebut kemudian dikombinasikan dengan komputer yang digunakan untuk menghasilkan pola-pola geometri seperti fraktal. Menurut seorang seniman crop circle lain, semua kombinasi ini akan menyebabkan sebuah crop circle berpola rumit "Dead easy to make".

Mengenai kepindahannya ke seni sand circle, Julian berkata kalau ia ingin mendapatkan legitimasi dari masyarakat. Ini sepertinya membenarkan ucapan Matthew. 

Keahlian Julian dalam membuat crop circle berpola rumit juga dikonfirmasi oleh peneliti lainnya, George Wingfield. Ia adalah peneliti crop circle yang punya kaitan dengan komunitas pembuat crop circle. Menurutnya pola crop circle angka phi rumit yang muncul di Inggris tahun 2008 dan yang hanya bisa dipecahkan oleh seorang ahli astrofisika sesungguhnya adalah buah karya seorang seniman yang dikenalnya dibantu oleh Julian. Jadi bukan karya alien walaupun memiliki pola matematika yang rumit. 
Saya pernah memposting soal crop circle itu disini

Keahlian Julian bahkan menginspirasi circle maker lainnya yang sering mendedikasikan karya-karya mereka untuknya. Dan mereka memberikan petunjuknya lewat sebuah inskripsi misterius.
Walaupun terlihat seperti bahasa dari planet lain, inskripsi tersebut sesungguhnya adalah huruf "FOJ" yang merupakan singkatan dari "Friends of Julian".
John Lundberg, seniman crop circle lainnya, mengaku bahwa ia tertarik membuat crop circle karena film Mel Gibson, Signs. Pada tahun 1991, ketika Doug Bower dan Dave Chorley mengaku bahwa mereka telah membuat crop circle, ketertarikan masyarakat akan pola-pola aneh ini mulai padam. Lundberg berniat membangkitkannya.
"Kami ingin memunculkannya kembali dengan membuat pola yang sedemikian besar dan kompleksnya sehingga orang-orang akan kembali bertanya: 'apakah mungkin semua ini dibuat oleh manusia?' "
Menurutnya, bulan terbaik untuk membuat crop circle adalah Juni untuk tanaman Barley dan pertengahan Juli untuk Gandum. Pada bulan-bulan itu kondisi tanaman akan membuat mereka terlihat lebih indah karena setiap batang tanaman berdiri tegak lurus. Mereka membuat pola-pola tersebut dengan bantuan komputer. Ketika sampai pada implementasi di lapangan, tidak dibutuhkan lagi teknologi rumit. Hanya pita, tali dan papan.
Ini adalah salah satu contoh bagaimana crop circle dibuat dalam semalam.

Dari pernyataan Lundberg, kita bisa membagi era crop circle menjadi dua. Yang pertama adalah era pola sederhana, hanya berbentuk  satu lingkaran sederhana. Yang kedua adalah era geometris berpola rumit. Jika dilihat dari pengakuan para seniman ini yang didukung dengan bukti menurunnya jumlah crop circle berpola rumit ketika mereka pensiun, maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa era crop circle berpola rumit sesungguhnya dimulai oleh para seniman ini. Manusia biasa dan bukan alien.

Abnormalitas Fisik Tanaman dan ladang Gandum

Baiklah, jika pola yang rumit bukan lagi sebuah kemustahilan, bagaimana dengan ciri-ciri fisik seperti adanya unsur logam pada tanah atau perubahan kecepatan pertumbuhan tanaman gandum?

Mungkin peneliti yang paling sering dikutip dalam kaitannya dengan penelitian crop circle adalah W.C Levengood. Ia meneliti 86 sampel crop circle yang muncul antara tahun 1990 hingga 1992. Penelitian Levengood kemudian menemukan beberapa perubahan (abnormalitas) pada sampel tanaman yang diteliti. 

Namun, Levengood dengan jelas memperingatkan bahwa sampel yang diambilnya berasal dari berbagai tanaman seperti kedelai, gandum atau jagung. Ia juga menekankan bahwa crop circle yang ditelitinya tidak memiliki bentuk geometri khusus. 

Pernyataan ini penting karena berarti ada kemungkinan kalau sampel yang ditelitinya adalah formasi crop circle yang berbentuk sangat umum, seperti lingkaran sederhana, dan bukan pola rumit yang baru muncul setelah tahun 1990 ketika para seniman seperti Julian mulai beraksi. 

Seperti ini misalnya.
Jika crop circle yang sejati adalah crop circle yang berbentuk seperti ini, apakah kalian masih tertarik dengan fenomena ini?

Sebagai catatan, dari lebih dari 80 formasi yang ditelitinya, tidak semua ditemukan abnormalitas. Misalnya, ia hanya menemukan 25 formasi yang batang tanamannya sedikit membesar dan 27 formasi yang mengalami perubahan kecepatan pertumbuhan.

Dari situs ini, kalian bisa melihat bahwa abnormalitas yang terobservasi pada sampel tidak menyeluruh dan seragam. Walapun demikian, Levengood menyimpulkan bahwa abnormalitas ini bisa jadi disebabkan oleh plasma vortex yang kemungkinan juga bertanggung jawab terhadap pembentukan crop circle(yang sederhana). Stephen Hawking yang sempat membaca hasil penelitian Levengood belakangan juga setuju bahwa crop circle bisa dibentuk oleh plasma vortex. Dan ini adalah jawaban yang ILMIAH.

Dan misteri crop circle pun telah terpecahkan oleh Levengood!

Jika crop circle yang sejati hanya berbentuk satu lingkaran sederhana seperti di atas, bukankah kadar misterinya telah berkurang jauh?

Matthew Williams mengakui soal ini di dalam sebuah wawancara. Ketika memulai karirnya sebagai pembuat crop circle, ia menyadari bahwa crop circle yang memiliki pola rumit sama sekali tidak ada hubungannya dengan alien.

"Saya berteman dengan banyak kelompok pembuat crop circle dan menyaksikan sendiri bagaimana crop circle dibuat dalam berbagai kondisi. Pada waktu itu, saya percaya jika saya dapat bertanya kepada manusia pembuat crop circle, maka saya bisa menentukan crop circle mana yang dibuat oleh manusia dan mana yang dibuat oleh kekuatan yang tidak dikenal. Belakangan, saya mulai yakin bahwa crop circle buatan manusia adalah crop circle yang memiliki pictogram yang kompleks sehingga menyisakan hanya crop circle dengan pola yang sangat sederhana yang tidak diketahui asal-usulnya."

Dari dulu, faktor alam merupakan penjelasan yang paling banyak diajukan oleh para peneliti. Namun banyak yang menolaknya karena rasanya mustahil alam bisa membuat crop circle berpola geometri phi, burung kolibri atau wajah alien. Tentu saja. Sayapun menolak menerimanya. Namun jika crop circle hanya berbentuk satu lingkaran sederhana seperti yang muncul pada catatan-catatan masa lampau, maka saya yakin banyak diantara kalian akan bisa menerima faktor alam sebagai jawaban atas terbentuknya formasi crop circle. 

Kesimpulan   

Kalau begitu, apakah crop circle tidak mengandung misteri sama sekali? 

Belum tentu juga. Ini mungkin bisa membuat kalian kembali bersemangat.

Para seniman crop circle mengakui kalau ada sesuatu yang aneh berkeliaran di Wiltshire. Ketika Julian Richardson dan teman-temannya sedang membuat sebuah crop circle mereka pernah melihat sebuah bola cahaya oranye aneh melayang di atas ladang. 

John Lundberg juga mengakui hal yang sama. 

"Sebenarnya ini cukup memalukan. Namun saya pernah melihat UFO sementara membuat crop circle di Wiltshire. Penampakan itu merupakan penampakan UFO klasik berbentuk cerutu hitam dengan cahaya terang. Ia muncul di atas horison dan perlahan bergerak ke arah kami, tidak mengeluarkan suara sama sekali. Kami tidak tahu sama sekali benda apa itu. Saya juga pernah melihat bola-bola cahaya di tepi ladang yang membuat kami gugup. Tapi kebanyakan yang kami lihat adalah kilatan-kilatan cahaya seakan-akan seseorang sedang menyorotkan senter ke arah mata saya."

Rod Dickinson, seniman yang lain, bahkan pernah memotret sebuah objek berbentuk piringan putih pada tahun 1993. 
Pada tahun 1996, Rod kembali memotret objek misterius di Chibolton. 
Dan semua penampakan ini masih merupakan misteri yang belum terpecahkan. Mungkin saja wilayah Wiltshire dan Chibolton memang penuh dengan misteri dan mungkin saja misteri ini akan menjadi misteri yang jauh lebih menarik dibanding fenomena crop circle itu sendiri

Bagi yang ingin mengirimkan tulisan ke blog ini silakan kirim e-mail ke misteritekateki@gmail.com